Rabu, 08 Desember 2010

makalah drama

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat allah yang senantiasa memberikan nikmat tiada tara kepada hambanya. Atas izinnya penulis dapat membuat laporan pengamatan ini.
Materi yang dibahas disampaikan menggunakan bahasa yang lugas. Sehingga dengan mudah dapat memahamkan pembaca. Dalam penulisan ini penulis melakukan pengamatan pada buku pembelajaran bahasa indonesia di SD.
Penulis menyadari bahwa kerja keras yang dilakukan masih jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, penulis mengharap kritik dan saran untuk perbaikan penulisan materi ini.
Meski dengan demikian, penulis mengharapkan agar apa yang telah disampaikan kelak memberikan barokah kepada kita semua, amin....
I. PENDAHULUAN
Dalam belajar bahasa Indonesia banyak sekali materi yang dipelajari baik berupa sastra maupun non sastra. Dalam penjelasan yang akan dijelaskan berikut ini adalah berupa bagian dari sastra yaitu drama. Drama ini dapat kita saksikan baik secara langsung maupun lewat televisi. Namun akan lebih seru bila kita menyaksikan drama secara langsung karena secara langsung lebih bisa menikmati dan merasakan suasananya.
Berbeda lagi jika yang kita bicarakan tentang pendidikan. Drama

II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Drama
Istilah drama berasal dari bahasa yunani droomai yang berarti berbuat. Pengertian drama adalah pertunjukan cerita atau lakon kehidupan manusia yang dipentaskan. Drama ialah aksi mimetic (peniruan), yaitu aksi yang meniru atau mewakilkan perlakuan manusia. Menurut Aristotle, drama ialah peniruan kehidupan, sebuah cermin budaya dan suatu bayangan kebenaran.
Dalam buku The American College Dictionary, drama didefinisikan sebagai karangan prosa dan puisi yang menyajikan dialog, pantomin atau cereka yang mengandungi konflik untuk dipentaskan. Mengikut Oxford Dictionary, drama sebagai komposisi prosa boleh disesuaikan untuk disaksikan di atas pentas yang ceritanya disampaikan melalui dialog dan aksi, dan dipersembahkan dengan bantuan gerak, kostum dan latar hiasan seperti kehidupan yang sebenar. Bagi Aristotle, plot merupakan penggerak utama sesebuah drama dan drama harus dibina dari tiga kesatuan, yaitu aksi, tempat dan masa.
Elemen-elemen inilah yang menyebabkan drama menjadi sebagian dari cabang sastra. Selain elemen sastra, drama juga merangkumi elemen-elemen seni yang lain seperti lakon, seni musik, seni busana dan seni tari.

B. Ciri-ciri Drama
Pada umumnya, drama mempunyai ciri-ciri yang berikut :
 Drama merupakan prosa modern yang dihasilkan sebagai naskah untuk dibaca dan dipentaskan.
 Naskah drama boleh berbentuk prosa atau puisi.
 Drama terdiri dari dialog yang disusun oleh pengarang dengan watak yang diwujudkan.
 Pemikiran dan gagasan pengarang disampaikan melalui dialog watak-wataknya.
 Konflik ialah unsur penting dalam drama. Konflik digerakkan oleh watak-watak dalam plot, elemen penting dalam sesebuah skrip drama.
 Sebuah skrip yang tidak didasari oleh konflik tidak dianggap sebuah drama yang baik.
 Gaya bahasa dalam sebuah drama juga penting kerana ia menunjukkan latar masa dan masyarakat yang diwakilinya, sekali gus drama ini mencerminkan sosiobudaya masyarakat yang digambarkan oleh pengarang

C. Unsur-unsur Drama
Unsur dalam drama dapat diklasifikasikan menjadi dua unsur yaitu unsur intrinsik (unsur dalam) dan unsur ektrinsik (unsur luar). Unsur intrinsik atau disebut juga unsur dalam adalah unsur yang tidak tampak.
Unsur intrinsik (unsur dalam) diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Tokoh
Tokoh adalah individu atau seseorang yang menjadi pelaku cerita. Pelaku cerita atau pemain drama disebut actor (pria) dan aktris (wanita). Tokoh dalam cerita fiksi atau drama berkaitan dengan nama, usia, jenis kelamin, tipe fisik, jabatan, dan keadaan kejiwaan.
Tokoh dalam drama diklasifikasikan menjadi:
a. Berdasarkan sifatnya, tokoh diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Tokoh protagonist yaitu tokoh utama yang mendukung cerita.
2. Tokoh antagonis yaitu tokoh penentang cerita. Biasanya ada seorang tokoh utama yang menetang cerita.
3. Tokoh tritagonis yaitu tokoh pembantu, baik untuk tokoh protagonist maupun tokoh antagonis.
b. Berdasarkan peranannya, tokoh diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Tokoh sentral yaitu tokoh yang paling menentukan dalam drama. Tokoh sentral merupakan penyebab terjadinya konflik. Tokoh sentral meliputi tokoh protagonis dan tokoh antagonis.
2. Tokoh utama yaitu tokoh pendukung atau penentang tokoh sentral. Dapat juga sebagai perantara tokoh sentral atau dalam hal ini adalah tokoh tritagonis.
3. Tokoh pembantu tokoh-tokoh yang memegang peran pelengkap atau tambahan dalam mata rangkai cerita. Kehadiran tokoh pembantu ini menurut kebutuhan cerita saja. Jadi tidak semua drama menampilkan kehadiran tokoh pembantu.
Contoh:
Dalam cerita Romeo dan Juliet tokoh protagonist yang sekaligus juga tokoh sentral adalah Romeo dan Juliet. Tokoh utama sekaligus juga tokoh tritagonis adalah pendeta Lorenso dan wakil keluarga Capulet. Tokoh-tokoh lain, seperti tentara pangeran, inang, wakil-wakil Montage, dan wakil-wakil Capulet yang lain adalah tokoh-tokoh pembantu.
2. Perwatakan atau Penokohan
Perwatakan disebut juga penokohan. Perwatakan atau Penokohan adalah penggambaran efek batin seseorang tokoh yang disajikan dalam cerita. Watak pada tokoh digambarkan dalam tiga dimensi (watak dimensional). Penggambaran itu berdasarkan keadaan fisik biasanya dilukiskan paling awal, baru kemudian sosialnya. Pelukisan watak tokoh dapat langsung pada dialog yang mewujudkan watak dan perkembangan lakon.
a. Keadaan Fisik
Yang termasuk dalam keadaan fisik tokoh adalah umur, jenis kelamin, cirri-ciri tubuh, cacat jasmani, cirri khas yang menonjol,, suku, bangsa, raut muka, kesukaan, tinggi/pendek, kurus/gemuk. Misalnya seseorang yang berleher pendek mempunyai watak mudah tersinggung, seseorang yang berleher panjang mempunyai watak sabar.
b. Keadaan Psikis
Keadaan psikis tokoh meliputi: watak, kegemaran, mental, standar moral, temperanmen, ambisi, psikologis yang dialami, dan keadaan emosi.
c. Keadaan Sosiologis
Keadaan sosiologis tokoh meliputi: jabatan, pekerjaan, kelas social, ras, agama, dan ideology. Contoh penampilan pegawai bank akan berbeda dengan penampilan makelar, kendatipun keadaan social ekonominya sama. Penampilan istri bupati, akan berbeda dengan penampilan istri gubernur atau istri lurah. Perwatakan tokoh-tokoh dalam drama digambarkan melalui dialog, ekspresi, atau tingkah laku sang tokoh.
3. Setting
Setting diciptakan penulis/pengarang untuk memperjelas satuan peristiwa dalam cerita agar menjadi logis atau konkretisasi sebuah tempat agar penonton, pembaca mempunyai pembayangan yang tepat terhadap berlangsungnya suatu peristiwa. Selain itu, setting juga diciptakan untuk menggerakan emosi atau kejiwaan pembaca atau penonton. Secara emottif penonton atau pembaca diharapkan mempunyai daya khayal yang lebih dalam sesuai dengan kedalaman-kedalaman pengalaman berfikirnya. Misalnya pelaku yang berada diantara deretan pedagang-pedagang kaki lima, bukan di sebuah plasa atau supermarket, pembaca atau penonton akan menagkap kesan kesedihan, bahkan kemiskinan.
Setting atau tempat kejadian cerita sering disebut juga latar cerita. Setting meliputi tiga dimensi:
a. Setting tempat
Setting tempat adalah tempat terjadinya cerita dalam drama. Setting tempat tidak dapat berdiri sendiri. Setting tempat berhubungan dengan setting ruang dan waktu.
b. Setting waktu
Setting waktu adalah waktu atau zaman atau periode sejarah terjadinya cerita dalam drama. Setting waktu juga terjadi di waktu pagi, siang, sore, atau malam.
c. Setting ruang
Setting ruang juga dapat berarti ruang dalam rumah atau latar rumah, hiasan, warna, dan peralatan dalam ruang akan memberi corak tersendiri dalam drama yang dipentaskan. Misalnya di ruang tamu keluarga modern yang kaya akan berbeda dengan ruang tamu keluarga tradisional yang miskin.
4. Tema
Tema merupakan gagasan pokok atau ide yang mendasari pembuatan sebuah drama. Tema dalam drama dikembangkan melalui alur, tokoh-tokoh dan perwatakan yang memungkinkan adanya konflik, dan ditulis dalam bentuk dialog. Tema yang bisa diangkat dalam drama adalah masalah percintaan, kritik social, kemiskinan, kesenjangan social, penindasan, ketuhanan, keluarga yang retak, patriotism, dan renungan hidup.
5. Alur atau plot
Alur atau plot adalah jalan cerita. Dalam alur sebuah naskah drama bukan permasalahan maju-mundurnya sebuah cerita seperti yang dimaksudkan dalam karangan prosa, tetapi alur yang membimbing cerita dari awal hingga tuntas. Dimulai dengan pemaparan (perkenalan awal tokoh dan penokohan), adanya masalah (konflik), konflikasi (masalah baru), krisis (pertentangan mencapai titik puncak-klimak s.d. antiklimaks), resolusi (pemecahan masalah), dan ditutup dengan ending (keputusan). Ada pula yang menggambarkan alur dalam sebah naskah drama itu pemaparan-masalah-pemecahan masalah atau resolusi-keputusan.
6. Amanat atau pesan pengarang
Seorang pengarang drama baik sadar atau tidak sadar pasti menyampaikan amanat dalam karyanya. Amanat adalah pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca atau penonton melalui karyanya. Amanat yang hendak disampaikan pengarang melalui drama harus ditentukan atau dicari sendiri oleh pembaca atau penonton. Setiap pembaca atau penonton dapat berbeda-beda dalam menafsirkan amanat drama.
Amanat bersifat kias subjektif dan umum sedangkan tema bersifat lugas, objektif, dan khusus. Amanat sebuah drama akan lebih mudah ditafsirkan, jika drama itu dipentaaskan. Amanat biasanya memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Amanat drama selalu berhubungan dengan tema drama.
Contoh:
Drama Romeo dan Juliet bertema masalah percintaan yang berakhir dengan kematian, berdasarkan temanya drama Romeo dan Juliet memiliki amanat:
a. Meskipun manusia begitu cermat dan teliti merencanakan sesuatu, Tuhan jugalah yang menetukan apa yang terjadi.
b. Manusia tidak kuasa melawan garis nasib yang ditetapkan oleh Tuhan.
Amanat drama yang dipaparkan diatas adalah versi penulis. Amanat drama Romeo dan Juliet dapat ditafsirkan berbeda-beda oleh penonton atau pembacanya.
Sedangkan unsur ekstrinsik (unsur luar) dalam drama adalah unsur yang tampak, seperti adanya dialog atau percakapan. Namun, unsur-unsur ini bisa bertambah ketika naskah sudah dipentaskan. Seperti panggung, properti, tokoh, sutradara, dan penonton.

D. Jenis-jenis Drama
Jenis-jenis drama dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Berdasarkan isi ceritanya.
a. Drama tragedy (drama duka)
Tragedy atau drama duka adalah drama yang melukiskan kisah sedih yang besar dan agung. Tokoh-tokohnya terlibat dalam bencana atau masalah yang besar. Drama tragedy menceritakan pertentangan antara tokoh protagonist dengan kekuatan dari luar atau tokoh lainya. Pertentangan ini berakhir dengan keputusan, kehancuran, atau kematian tokoh protagonis.
Contoh:
Drama Romeo dan Juliet, film Ttitanic.
b. Melodrama
Melodrama adalah drama yang sangat menyentuh perasaan (sentimental), mendebarkan hati, dan mengharukan. Ceritanya dilebih-lebihkan sehingga kurang meyakinkan penonton. Tokoh-tokoh dalam melodrama adalah tokoh-tokoh yang hitam putih dan bersifat tetap (stereotip). Seorang tokoh jahat adalah seluruh wataknya jahat, tidak ada sisi baik sedikkitpun, sebaliknya, tokoh hero atau tokoh protagonist adalah tokoh pujaan yang luput dari kekurangan, kesalahan, dan tindak kejahatan. Tokoh hero ini pada akhirnya akan memenagkan peperangan, masalah, atau persaingan yang ada. Tokoh-tokoh dalam melodrama dilukiskan pasrah atau menerima nasibnya terhadap apa yang terjadi. Biasanya sinentron dan film Indonesia merupakan melodrama.
Contoh:
Film Ada Apa Dengan Cinta, sinetron Cinta Fitri.
c. Komedi (drama ria)
Komedi adalah drama ringan yang sifatnya menghibur dan didalamnya terdapat dialog kocak yang bersifat menyindir dan biasanya berakhir dengan kebahagiaan. Drama komedi menampilkan tokoh tolol, konyol, atau tokoh bijaksana tapi lucu. Penilaian penonton terhadap drama komedi dapat berbeda. Ada yang dapat tertawa saat menonton drama komedi, ada juga yang tidak. Perbedaan penilaian ini disebabkan oleh perbedaan budaya dan pengalaman. Penonton yang pernah mengalami peristiwa yang diceritakan dalam drama komedi akan tertawa jika melihat drama tersebut.
Contoh:
Film Mister Bean, sinetron Bajaj Bajuri
d. Dagelan
Dagelan adalah drama kocak dan ringan. Isi cerita dagelan biasanya kasar, lentur, dan vulgar. Dalam dagelan tidak terdapat kesetiaan terhadap alur cerita. Irama permainan dapat melantur dan ketetapan waktu tidak dipatuhi. Tokoh-tokoh dalam dagelan mempunyai watak yang berubah-ubah dari awal sampai akhir. Tokoh yang serius dapat berubah secara tiba-tiba menjadi kocak. Dagelan disebut juga banyolan, sering disebut tontonan konyol atau tontonan murahan.
Contoh:
Teater Srimulat, Ketoprak Humor, Opera Van Java, dan Opera Anak
2. Berdasarkan cara penyajianya
a. Closed Drama (drama untuk dibaca)
Closed drama adalah drama yang dibuat hanya untuk dibaca dan hanya indah untuk dibaca. Closed drama mempunyai dialog-dialog yang panjang dan menggunakan bahasa yang indah. Dialog-dialog yang digunakan tidak mencerminkan percakapan sehari-hari sehingga sulit dipentaskan.
b. Drama treatikal (Drama yang dipentaskan)
Drama treatikal adalah drama yang dapat dipentaskan. Drama treatikal dipentaskan di atas pentas atau panggung.
c. Drama radio
Drama radio adalah drama yang ditayangkan atau dipentaskan melalui radio. Drama radio mementingkan dialog yang diucapkan melalui media radio. Drama radio biasanya direkam melalui kaset. Misalnya, selingan music, sound effect, dan jenis suara. Adegan dan babak dalam drama radio dapat diganti sebanyak mungkin karena tidak perlu menyiapkan pergantian dekor. Misalnya sahur sepuh.
d. Drama televisi
Drama televisi adalah drama yang ditayangkan atau dipentaskan melalui media televisi. Kelebihan drama televisi adalah dalam melukiskan flashback (kenangan masa lalu). Drama televisi berbentuk scenario . drama televisi ditampilkan dalam bentuk film, sinetron, atau telenovela.
3. Berdasarkan bentuknya
a. Sandiwara
Sandiwara berasal dari dua kata bahasa jawa, yaitu sandi yang berarti rahasia dan warah yang berarti ajaran. Sandiwara berarti suatu pengajaran yang diberikan secara rahasia dalam bentuk tontonan.
b. Teater rakyat
Teater rakyat adalah segala jenis tontonan yang dipertunjukan di depan orang banyak dan bersifat kerakyatan. Seperti ketoprak dari jawa, lundruk dari jawa timur, arja dari bali, lenong dari Jakarta, dan sebagainya.
c. Opera
Opera adalah drama yang berisikan nyanyian dan music pada saat pementasanya. Nyanyian digunakan sebagai dialog. Opera sering disebut drama musical.
d. Sendratari
Sendratari adalah seni drama tari atau drama tanpa dialog dari pemainanya. Suasana dan adegan dinyatakan dengan gerak yang berunsur tari. Sendratari sebagian besar diangkat dari cerita-cerita klasik, seperti Ramayana dan mahabarata.
e. Pantomim
Pantomim adalah pertunjukan drama tanpa kata-kata yang hanya dimainkan dengan gerak dan ekspresi wajah biasanya diiringi music.
f. Operet atau Operette
Operet adalah opera yang ceritanya lebih pendek.
g. Tableau
Tableau adalah drama yang mirip pantomim yang dibarengi oleh gerak-gerik anggota tubuh dan mimik wajah pelakunya. Atau drama tanpa kata-kata, dan pelaku hanya mengandalkan gerak patah-patah.
h. Passie
Passie adalah drama yang mengandung unsur agama atau religius.
i. Wayang
Wayang adalah drama yang pemain dramanya adalah boneka wayang.
j. Minikata
Drama dengan cakapan singkat yang mengandalkan gerak treatikal.
4. Menurut masanya drama dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu drama baru dan drama lama.
a. Drama Baru (Modern)
Drama baru adalah drama yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan kepada mesyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia sehari-hari.
b. Drama Lama (Klasik)
Drama lama adalah drama khayalan yang umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istana atau kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian luar biasa, dan lain sebagainya.

E. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pementasan Drama
Didalam pementasan drama ini ada beberapa istilah-istilah yang perlu diketahui, yaitu:
1) Prolog yaitu kata –kata pembukaan dalam suatu pementasan drama.
2) Epilog yaitu kata-kata penutup dalam suatu pementasan drama yang berisikanpesan, kesimpulan dan amanat.
3) Monolog yaitu berbicara sendiri dalam suatu pementasan drama.
4) Dialog yaitu bagian dari naskah drama atau percakapan para pemain.


Selain itu, hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah:
a. Tata panggung
Sesuaikah tata panggung dengan tema tersebut? Misalnya tema tentang keadaan perang, tentu saja tata panggung harus bisa menggambarkan hal itu.
b. Pemeran
Pemeran sangat memengaruhi berhasil tidaknya suatu pertunjukan drama. Pemeran harus mampu menampilkan watak dari tokoh yang diperankannya.
c. Kostum
Kostum akan mendukung pementasan tersebut. Pemilihan kostum harus sesuai karakter tokoh yang diperankannya.
d. Suara
Suara sangat memengaruhi kelancaran suatu pementasan. Suara dapat berupa vokal si pemain ataupun musik yang mengiri pementasan itu. Penggunaan pengeras suara sangat diperlukan jika pemain tidak dapat bersuara secara lantang dan jelas.

III. KESIMPULAN / PENUTUP
Drama merupakan pertunjukan cerita atau lakon kehidupan manusia yang dipentaskan. Yang mempunyai ciri-ciri diantaranya drama merupakan prosa modern, naskah drama berbentuk prosa atau puisi, drama terdiri dari dialog, pemikiran dan gagasan pengarang disampaikan melalui dialog watak-wataknya, konflik, sebuah skrip yang tidak didasari oleh konflik tidak dianggap sebuah drama yang baik, dan gaya bahasa.
Adapun unsur-unsur yang terkandung di dalamnya yaitu unsur intrinsik (unsur dalam) dan unsur ektrinsik (unsur luar).
Unsur-unsur intrinsik yaitu tokoh, penokohan, setting, tema, alur atau plot, dan amanat. Sedangkan unsur ekstrinsik dalam drama adalah unsur yang tampak, seperti adanya dialog atau percakapan. Namun, unsur-unsur ini bisa bertambah ketika naskah sudah dipentaskan. Seperti panggung, properti, tokoh, sutradara, dan penonton.
Jenis-jenis drama dapat diklasifikasikan berdasarkan isi ceritanya (drama tragedy, melodrama, komedi dagelan). Berdasarkan cara penyajiannya (closed drama, drama treatikal, drama radio, drama televisi). Berdasarkan bentuknya (sandiwara, teater rakyat, opera, sendratari, pantomim, operet, tableau, passie, wayang, minikata). Dan menurut masanya drama ada drama baru dan drama lama.
Hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu prolog, epilog, monolog, dan dialog. Selain itu juga ada tata panggung, pemeran, kostum, dan suara yang perlu diperhatikan.


PENUTUP
Demikianlah makalah yang kami buat, semoga apa yang kami sampaikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya. Dan kami sadar pembuatan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kesalahan, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah selanjutnya.













DAFTAR PUSTAKA

http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-drama-dan-jenis-macam-drama-pelajaran-bahasa-indonesia
http://arisudaryatno.blogspot.com/2010/01/unsur-unsur-drama.html
http://www.dbp.gov.my/lamandbp/main.php?Content=vertsections&SubVertSectionID=893&VertSectionID=25&CurLocation=208&IID=&Page=1
Maryati, Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs kelas VIII, Semarang: CV. Aneka Ilmu
Noor, Redyanto, dkk, 2004, Pengantar Pengkajian Sastra, Semarang: fasindo
Yuli eti, Nunung, dkk, 2005, Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Klaten: Intan Pariwara

rpp ipa

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Sekolah : SD
Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : IV / II
Tahun Pelajaran : 2010/2011
Standar Kompetensi : 4. memahami daur hidup beragam jenis makhluk hidup.
Kompetensi Dasar : 4. 1 mendiskripsikan daur hidup beberapa hewan dilingkungan sekitar, misalnya kupu-kupu, kecoa, kucing.
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
a) Siswa mampu menjelaskan pengertian daur hidup hewan dan memberikan contohnya
b) Siswa mampu membuat laporan hasil pengamatan daur hidup hewan yang dipeliharanya
2. Materi Pembelajaran
Daur hidup hewan
3. Metode Pembelajaran
- Ceramah
- Tanya jawab
- Permodelan
- Penugasan
4. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Kegiatan Awal
1) Memeriksa kehadiran siswa dan kebersihan kelas
2) Memberikan apersepsi
b. Kegiatan Inti
Eksplorasi
1) Mencari tahu pengertian daur hidup hewan
2) Membahas ragam langkah daur hidup hewan
3) Membentuk kelompok pendengar dan diskusi
Elaborasi
1) Siswa memberikan pendapatnya
2) Siswa mendengarkan penjelasan guru.
3) Siswa mendiskusikan daur hidup hewan yang pernah dilihatnya


Konfirmasi
1) Memberikan penilaian terhadap pendapat siswa
2) Memberikan penguatan tentang pendapat
c. Kegiatan Akhir
1) Menyimpulkan hasil diskusi yang dilakukan siswa
2) Menginformasikan materi pertemuan berikutnya
5. Sumber Belajar
a. VCD / Kaset / Gambar
c. Buku Sains
6. Penilaian
Indikator:

4.1 Mendiskripsikan daur hidup beberapa hewan dilingkungan sekitar, misalnya : kupu-kupu, kucing, kecoa

Teknik Bentuk Instrumen : Tertulis dan Uraian


Uji soal dalam bentuk laporan
Contoh Instrumen
1. Sebutkan langkah-langkah dalam proses daur ulang hewan yang kamu pelihara!
Pedoman Penskoran
Aspek yang Dinilai dan Skor
1. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
2. Tata tulis dan kesesuaian isi dalam penyampaian 1 – 10
Skor Maks 20


Mengetahui Semarang, 03 Desember 2010
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,


Drs. Maskun Ike Rohmawti, Spd
NIP 19640307 199003 1 011 NIP 19690319 083911 0 007

Sabtu, 27 November 2010

Silabus bahasa jawa kelas I

1. SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN ASPEK MENDENGARKAN
Nama Sekolah : Madrasah Ibtida’iyah (MI)
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas : I (Satu)
Semester : I (Satu)
Standar Kompetensi : mampu mendengarkan dan memahami berbagai wacana lisan, melalui mendengarkan berbagai bunyi / suara atau bunyi bahasa, dan tembang dolanan


NO
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
MATERI POKOK PENGALAMAN
BELAJAR
WAKTU SUMBER / BAHAN / ALAT ASPEK PENILAIAN
TEKNIK BENTUK
INSTRUMEN CONTOH
INSTRUMEN
1




















2 1.1 mendengarkan dan membedakan berbagai bunyi / suara dan atau bunyi bahasa

















1.2 mendengarkan tembang dolanan






.
1.1.1 membedakan berbagai suara tertentu
1.1.2 menirukan bunyi
1.1.3 mengenal bunyi bahasa
1.1.4 membedakan bunyi bahasa
1.1.5 melafalkan bunyi bahasa secara tepat





1.2.1 mendengarkan tembang dolanan
1.2.2 Mampu menembangkan tembang dolanan sesuai dengan titilaras yang tepat.
1.2.3 Mampu memparafrasekan tembang dolanan.
1.2.4 Mampu menjawab pertanyaan tembang dolanan Diri sendiri



















Macem-macem tembang - mencritakan gambar dan menjelaskan suaranya
- mengajak siswa untuk menemukan suara-suara yang lainnya
- membacakan cara membaca kalimat
- latihan membaca kalimat











Pertemuan 1 :
- Menjawab pretes tentang aturan tembang dolanan
- Mendengarkan informasi tentang membaca tembang Dolanan
- Membaca notasi tembang dolanan per baris berbarengan.
- Membaca notasi tembang Dolanan per orangan.
4 x 35 menit (2 x pertemuan)

















4 x 35 menit (2 x pertemuan)

Buku Seneng Basa Jawa



















Buku pepak basa jawa / yang relevan Unjuk kerja




















Unjuk kerja Uraian




















Uraian Critakna swara gambar iki!





















2. SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN ASPEK BERBICARA
Nama Sekolah : Madrasah Ibtida’iyah (MI)
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas : I (Satu)
Semester : I (Satu)
Standar Kompetensi : Mampu mengungkapkan gagasan dan perasaan secara lisan melalui memperkenalkan diri, menyapa, menjawab sapaan sesuai unggah-ungguh


NO
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
MATERI POKOK PENGALAMAN
BELAJAR
WAKTU SUMBER / BAHAN / ALAT ASPEK PENILAIAN
TEKNIK BENTUK
INSTRUMEN CONTOH
INSTRUMEN
1 2.1 memperkenalkan diri menggunakan kalimat sederhana dengan ragam bahasa tertentu

























2.2 menyapa dengan kalimat sederhana dan santun

















2.3 menjawab sapaan sesuai unggah-ungguh













2.1.1 menyebutkan data diri (nama, kelas, sekolah, tempat tinggal dengan kalimat sederhana)
2.1.2 memperkenalkan nama orang tua dan saudara kandung
2.1.3 menanyakan identitas teman
2.1.4 berdialog dengan teman tentang diri sendiri








2.2.1 menyapa teman sebaya, guru, orang yang lebih tua, dengan bahasa dan cara yang sesuai
2.2.2 menyampaikan salam, permohonan maaf, izin dan terima kasih kepada teman sebaya dan orang yang lebih tua.

2.3.1 Dapat mengerti arti kata sapaan
2.3.2 Dapat mengetahui unggah ungguh kata spaan
2.3.3 Menjawab sapaan teman sebaya, guru, orang tua, dengan bahasa dan cara yang sesuai
Diri sendiri





























Sapaan (teman, guru,orang tua, dan orang yang lebih tua)
















menjawabSapaan (teman, guru,orang tua, dan orang yang lebih tua) - menyimak contoh tentang perkenalan
- mengenalkan diri sendiri
- menceritakan diri sendiri dengan kalimat sederhana
- mengenalkan keluarga dan saudara
Pertemuan 1
- Menjawab pre test tentang pengenalan diri sendiri
- Bercerita tentang diri sendiri
- Mengomentari cerita teman.
Pertemuan 2:
- Menjawab pre test tentang cerita yang telah diceritakan temannya.
- Melanjutkan cerita dengan kalimat sederhana
- Bertanya jawab tentang cerita
- Mencatat pesan/ simpulan/tugas.

Pertemuan 1:
- Menjawab pretes isi
- Mendengarkan informasi dialog.
- Membedakan dialog dan cerita.
- Membentuk kelompok
- Berdialog dengan tema dan peran tertentu.
- Mengkritisi diaolog teman







- Menjawab pretes isi
- Mendengarkan informasi dialog.
- Membedakan dialog dan cerita.
- Membentuk kelompok
- Berdialog dengan tema dan peran tertentu.
- Mengkritisi diaolog teman
4 x 35 menit (2 x pertemuan)





4 x 35 menit (2 x pertemuan)

















4 x35 menit (2 x pertemuan)
















4 x 35 menit (2 x pertemuan) Buku Seneng Basa Jawa / buku yang relevan




Buku Sinau Basa Jawa / buku yang relevan

















Buku Seneng Basa Jawa / buku yang relevan
















Buku Seneng Basa Jawa / buku yang relevan


Unjuk Kerja







Unjuk Kerja



















Unjuk Kerja


















Unjuk Kerja

Uraian








Uraian




















Uraian



















Uraian
- kenalno data awakmu ing ngarepe konco-konco !





- Critakna keluargamu nganggo boso seng bener !

















- Tindakna pacelathon karo klompokmu kanthi tema sing kopilih














- Tindakna pacelathon karo klompokmu kanthi tema sing kopilih!!


3. SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN ASPEK MEMBACA

Nama Sekolah : Madrasah Ibtida’iyah (MI)
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas : I (Satu)
Semester : I (Satu)
Standar Kompetensi : Mampu huruf, membaca suku kata, kata dan kalimat sederhana dengan nyaring


NO
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
MATERI POKOK PENGALAMAN
BELAJAR
WAKTU SUMBER / BAHAN / ALAT ASPEK PENILAIAN
TEKNIK BENTUK
INSTRUMEN CONTOH
INSTRUMEN
1

















2



























3.1 Mengeja huruf

















3.2 Mengeja suku kata dan kata










3.3 Membaca nyaring kalimat sederhana dengan lafal yang tepat dan lancar 3.3.1 Mengenali huruf-huruf a, i, u, e, o.
3.3.2 Menirukan membaca suku kata dan kata
3.3.3 Menirukan membaca kata dan kalimat sederhana






3.2.1 Mengenali suku kata dan kata
3.2.2 Membaca suku kata dan kata dengan intonasi yang benar




3.3.1 Membaca dengan memperhatikan jeda panjang atau pendek
3.3.2 membaca kalimat pendek dengan lafal dan intonasi yang benar

Kegiatan sehari-hari

















Kegiatan sehari-hari











Budi pekerti














- Mendengarkan informasi tentang cara membaca
- Menuntun cara membaca kalimat
- Membaca
- Menjawab perta-nyaan bacaan.
- Menceritakan kembali isi bacaan








- Mendengarkan informasi tentang cara mengeja
- Menuntun cara mengeja suku kata dan kata
- Membaca
- Menjawab perta-nyaan bacaan.
- Menceritakan kembali isi bacaan

- Mendengarkan informasi tentang cara membaca
- Menuntun cara membaca kalimat
- Membaca
- Menjawab perta-nyaan bacaan.
- Menceritakan kembali isi bacaan

4 x 35 menit (2 x pertemuan)














4 x 35 menit (2 x pertemuan)








4 x 35 menit (2 x pertemuan)
















Buku Seneng Basa Jawa / buku yang relevan













Buku seneng Basa Jawa / buku yang relevan








Buku Seneng Basa Jawa / buku yang relevan










Test Tulis
















Test Tulis










Test Lisan

























Uraian

















Uraian











uraian














Wacanen wacan ing ngisor iki!
















Wacanen wacan ing ngisor iki kanthi ejaan seng bener!








Wacanen kalimat ing ngisor iki kanti bener!
















4. SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN ASPEK MENULIS

Nama Sekolah : Madrasah Ibtida’iyah (MI)
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas : I (satu)
Semester : I (satu)
Standar Kompetensi : Mampu menulis huruf, suku kata, kata dan kalimat sederhana dengan huruf lepas.


NO
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR MATERI POKOK PENGALAMAN
BELAJAR
WAKTU SUMBER / BAHAN / ALAT ASPEK PENILAIAN
TEKNIK BENTUK
INSTRUMEN CONTOH
INSTRUMEN
1















2.


























4.1 menulis huruf















4.2 Menulis suku kata dan kata












4.3 Menulis kalimat sederhana







4.1.1 Menggerakkan alat tulisda menebalkan tulisan
4.1.2 Menulis huruf yang sudah dikenal
4.1.3 Menulis huruf yang didektekan dengan benar





4.2.1 Menyusun suku kata dengan benar
4.2.2 Menulis suku kata dengan benar
4.2.3 Menulis kata sederhana secara rapi dengan menggunakan huruf lepas


4.3.1 Mengidentifikasi susunan kalimat sederhana dengan benr
4.3.2 Menulis kalimat sederhana dengan menggunakan huruf lepas
4.3.3 Menulis kata yang didektekan oleh guru Lingkungan















Peristiwa













Kegiatan sehari-hari



- Menjawab pre test tentang jenis-jenis huruf
- Mendengarkan informasi tentang jenis huruf
- Tanya jawab cara penggabungkan huruf
- Menulis huruf
- Mengkritisi hasil tulisan teman
- Mencatat simpulan/pesan/ tugas

-menjawab pre test tent menulis dengan cmenulis kata sederhana
-mendengarkan tata cara menulis dengan rapi dengan huruf lepas






- Menjawab pretes nulis huruf lepas
- Mendengarkan informasi cara menulis lepas
- mendekte paling banyak tiga kalimat
- Mengkritisi hasil tulisan teman.
- Memperhatikan simpulan/pesan/ tugas.

4 x 35 menit (2 x pertemuan)












4 x 35 menit (2 x pertemuan)










Buku Seneng Basa Jawa/ buku yang relevan












Buku Seneng Basa Jawa/ buku yang relevan










Buku Senang Basa Jawa/ buku yang relevan


Unjuk kerja














Untuk kerja












Unjuk kerja











Uraian















Uraian













Uraian Tulisen kalimat ing ngisor kanti bener!













Tulisen kalimat ing ngisor nganggo huruf lepas!










Tulisen pacelathon nganggo kalimat sederhana!

Mengetahui Semarang, 21 November 2010
Kepala MI, Guru Mata Pelajaran,



Drs. Umar Atika Novia
NIP 19640307 199003 1 011 NIP 08311007

RPP bahasa jawa kelas 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : Madrasah Ibtida’iyah (MI)
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas / Semester : I / I
Tahun Pelajaran : 2010 / 2011
Standar Kompetensi : 1. mampu mendengarkan dan memahami berbagai wacana lisan, melalui mendengarkan berbagai bunyi / suara atau bunyi bahasa, dan tembang dolanan
Kompetensi Dasar : 1.1 mendengarkan dan membedakan berbagai bunyi / suara dan atau bunyi bahasa
Alokasi Waktu : 4x35 menit

1. tujuan pembelajaran
a. siswa dapat mendengarkan pelafalan kosa kata dengan baik dan benar
b. siswa dapat membedakan macam-macam suara lafal dan nada dengan tepat
2. materi pembelajaran
teks bacaan tentang diri sendiri
3. metode pembelajaran
• ceramah
• tanya jawab
• penugasan
4. langkah-langkah kegiatan pembelajaran
a. kegiatan awal
1. memeriksa kehadiran siswa dan kebersihan kelas
2. memberikan apersepsi
b. kegiatan inti
eksplorasi
1. mencari tahu berbagai suku kata dan kata
2. membahas berbagai suku kata dan kata yang akan dibahas
elaborasi
1. siswa mendengarkan penjelasan tentang macam-macam suku kata dan kata
2. siswa menyampaikan pendapat yang berkaitan dengan suku kata dan kata yang dikenalnya
konfirmasi
1. memberikan penilaian terhadap tanggapan siswa
2. memberikan penguatan tentang bacaan suku kata dan kata dengan membuat pertanyaan
c. kegiatan akhir
1. menyimpulkan hasil pelajaran
2. memberi tahukan materi pertemuan berikutnya
5. sumber belajar
a. teks percakapan
b. peragaan percakapan
c. buku seneng basa jawa
6. penilaian
Indikator Penilaian
Teknik Bentuk
Instrumen Contoh Instrumen
1.1.1 membedakan berbagai suara tertentu
1.1.2 menirukan bunyi
1.1.3 mengenal bunyi bahasa
1.1.4 Membedakan bunyi bahasa
1.1.5 Melafalkan bunyi bahasa secara tepat Tertulis Uraian


Uji petik kerja produk 1 Sebutna isi omong-omongan sing korungu mau !
2 Gawea ukara pitakon kang ana sambung rapete karo omong-omongan mau!

Pedoman Penskoran
Aspek yang Dinilai Skor
1. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
2. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
Skor Maks 20

Mengetahui Semarang, 09 Juli 2010
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,


Drs. Umar Ike Rohmawati
NIP 19640307 199003 1 011 NIP 19690319 083911007










RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : Madrasah Ibtida’iyah (MI)
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas / Semester : I / I
Tahun Pelajaran : 2010 / 2011
Standar Kompetensi : 1. mampu mendengarkan dan memahami berbagai wacana lisan, melalui mendengarkan berbagai bunyi / suara atau bunyi bahasa, dan tembang dolanan
Kompetensi Dasar : 1.2 mendengarkan tembang dolanan
Alokasi Waktu : 4x35 menit (2 x pertemuan)

1. tujuan pembelajaran
a. siswa dapat mendengarkan pelafalan kosa kata dengan baik dan benar
b. siswa dapat membedakan tembang-tembang dolanan dengan baik dan benar
2. materi pembelajaran
teks bacaan tentang diri sendiri
3. metode pembelajaran
i. ceramah
ii. tanya jawab
iii. penugasan
4. langkah-langkah kegiatan pembelajaran
a. kegiatan awal
3. memeriksa kehadiran siswa dan kebersihan kelas
4. memberikan apresiasi
b. kegiatan inti
c. kegiatan akhir
3. menyimpulkan hasil pelajaran
4. memberi tahukan materi pertemuan berikutnya
5. sumber belajar
a. teks percakapan
b. peragaan percakapan
c. buku seneng basa jawa
6. penilaian
Indikator Penilaian
Teknik Bentuk
Instrumen Contoh Instrumen
1.2.1 mendengarkan tembang dolanan
1.2.2 mampu menembangkan tembang dolanan sesuai dengan titilars yang tepat
1.2.3 mampu mempfrsekan tembang dolanan
1.2.4 mampu menjawab pertanyaan tembang dolanan Tertulis Uraian


Uji petik kerja produk 1. Sebutna tembang dolanan !


2. Gawea tembang dolanan kanthi bener?

Pedoman Penskoran
Aspek yang Dinilai Skor
1. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
2. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
Skor Maks 20

Mengetahui Semarang, 09 Juli 2010
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,


Drs. Umar Dra Puji Hartati
NIP 19640307 199003 1 011 NIP 19690319 199803 2 004

















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : Madrasah Ibtida’iyah (MI)
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas / Semester : I / I
Tahun Pelajaran : 2010 / 2011
Standar Kompetensi : 2. mampu mengungkapkan gagasan dan perasaan secara lisan melalui memperkenalkan diri, menyapa, menjawab sapaan sesuai unggah-ungguh
Kompetensi Dasar : 2.1 memperkenalakan diri menggunakan kalimat sederhana dengan ragam bahasa tertentu
Alokasi Waktu :

I. tujuan pembelajaran
a) siswa dapat menerangkan pikiran, perasaan, dan informasi menurut lisan menggunakan perkenalan dan sapaan
b) siswa dapat mengenalakan diri sendiri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun
II. materi pembelajaran
teks bacaan tentang diri sendiri
III. metode pembelajaran
• ceramah
• tanya jawab
• penugasan
IV. langkah-langkah kegiatan pembelajaran
a. kegiatan awal
1) memeriksa kehadiran siswa dan kebersihan kelas
2) memberikan apresiasi
b. kegiatan inti
c. kegiatan akhir
1) menyimpulkan hasil pelajaran
2) memberi tahukan materi pertemuan berikutnya
V. sumber belajar
a. teks percakapan
b. peragaan percakapan
c. buku seneng basa jawa
VI. penilaian
Indikator Penilaian
Teknik Bentuk
Instrumen Contoh Instrumen
2.1.1 menyebutkan data diri (nama, kelas, sekolah, dan tempat tinggal) dengan kalimat sederhana
2.1.2 mengenalkan nama orang tua dan saudara kandung
2.1.3 Menanykan identits teman
2.1.4 Berdialog dengan teman tentang diri sendiri
Tertulis Uraian


Uji petik kerja produk 1 Sebutna data dirimu lan keluargamu?


2 Tulisana data diri temenmu?

Pedoman Penskoran
Aspek yang Dinilai Skor
1. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
2. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
Skor Maks 20

Mengetahui Semarang, 09 Juli 2010
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,


Drs. Umar Dra Puji Hartati
NIP 19640307 199003 1 011 NIP 19690319 199803 2 004















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : Madrasah Ibtida’iyah (MI)
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas / Semester : I / I
Tahun Pelajaran : 2010 / 2011
Standar Kompetensi : 2. mampu mengungkapkan gagasan dan perasaan secara lisan melalui memperkenalkan diri, menyapa, menjawab sapaan sesuai unggah-ungguh
Kompetensi Dasar : 2.2 menyapa dengan kalimat sederhana dan santun
Alokasi Waktu :

a) tujuan pembelajaran
i. siswa dapat membuat kalimat sapaan dengan baik
ii. siswa mampu menggunakan kata sapaan yang sesuai
b) materi pembelajaran
i. kosa kata
ii. kalimat
iii. teks dalam LKS
c) metode pembelajaran
• ceramah
• tanya jawab
• penugasan
d) langkah-langkah kegiatan pembelajaran
1. kegiatan awal
a) memeriksa kehadiran siswa dan kebersihan kelas
b) memberikan apresiasi
2. kegiatan inti
3. kegiatan akhir
a) menyimpulkan hasil pelajaran
b) memberi tahukan materi pertemuan berikutnya
e) sumber belajar
1) buku seneng basa jawa
2) komputer, LCD
3) kartu huruf
f) penilaian
Indikator Penilaian
Teknik Bentuk
Instrumen Contoh Instrumen
2.2.1 menyapa teman sebaya, guru, orang yang lebih tua, dengan bahasa dan cara yang sesuai
2.2.2 menyampaikan salam, permohonan maaf, izin dan terima kasih kepada teman sebaya dan orang yang lebih tua.
Tertulis Uraian


Uji petik kerja produk 1 kepriye ungkapan sapaan kanthi bener !
2 Gawea ungkapan sapaan marang guru lan temen !

Pedoman Penskoran
Aspek yang Dinilai Skor
1. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
2. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
Skor Maks 20

Mengetahui Semarang, 09 Juli 2010
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,


Drs. Umar Dra Puji Hartati
NIP 19640307 199003 1 011 NIP 19690319 199803 2 004




















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : Madrasah Ibtida’iyah (MI)
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas / Semester : I / I
Tahun Pelajaran : 2010 / 2011
Standar Kompetensi : 2. mampu mengungkapkan gagasan dan perasaan secara lisan melalui memperkenalkan diri, menyapa, menjawab sapaan sesuai unggah-ungguh
Kompetensi Dasar : 2.3 menjawab sapaan sesuai unggah ungguh
Alokasi Waktu :

1. tujuan pembelajaran
g) siswa dapat mendngarkan pelafalan kosa kata dengan baik dan benar
h) siswa dapat membedakan macam-macam suara lafal dan nada dengan tepat
2. materi pembelajaran
teks bacaan tentang diri sendiri
3. metode pembelajaran
i. ceramah
ii. tanya jawab
iii. penugasan
4. langkah-langkah kegiatan pembelajaran
a. kegiatan awal
1. memeriksa kehadiran siswa dan kebersihan kelas
2. memberikan apresiasi
b. kegiatan inti
c. kegiatan akhir
1. menyimpulkan hasil pelajaran
2. memberi tahukan materi pertemuan berikutnya
5. sumber belajar
a) teks percakapan
b) peragaan percakapan
c) buku seneng basa jawa
6. penilaian
Indikator Penilaian
Teknik Bentuk
Instrumen Contoh Instrumen
2.3.1 Menjawab sapaan teman sebaya, guru, orang tua, dengan bahasa dan cara yang sesuai

2.3.2 Menjawab sapaan guru, orang tua, dengan bahasa dan cara yang sesuai
Tertulis Uraian


Uji petik kerja produk 1 Caba gawenen ukara sapaan !
2 Sebutno ungkapan span kanggo sopo wae!

Pedoman Penskoran
Aspek yang Dinilai Skor
1. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
2. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
Skor Maks 20

Mengetahui Semarang, 09 Juli 2010
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,


Drs. Umar Dra Puji Hartati
NIP 19640307 199003 1 011 NIP 19690319 199803 2 004
























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : Madrasah Ibtida’iyah (MI)
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas / Semester : I / I
Tahun Pelajaran : 2010 / 2011
Standar Kompetensi : 3. mampu mengeja huruf, membaca suku kata, kata, dan kalimat sederhana dengan nyaring
Kompetensi Dasar : 3.1 mengeja huruf
Alokasi Waktu :

1. tujuan pembelajaran
a) siswa dapat mengeja huruf
b) siswa dapat membedakan huruf dengan benar
2. materi pembelajaran
teks bacaan tentang Kegiatan sehari-hari
3. metode pembelajaran
i. ceramah
ii. tanya jawab
iii. penugasan
4. langkah-langkah kegiatan pembelajaran
c) kegiatan awal
1. memeriksa kehadiran siswa dan kebersihan kelas
2. memberikan apresiasi
d) kegiatan inti
e) kegiatan akhir
1. menyimpulkan hasil pelajaran
2. memberi tahukan materi pertemuan berikutnya
5. sumber belajar
a. teks percakapan
b. peragaan percakapan
c. buku seneng basa jawa
6. penilaian
Indikator Penilaian
Teknik Bentuk
Instrumen Contoh Instrumen
3.1.1 Mengenali huruf-huruf dan membacanya sebagai suku kata
3.1.2 Mengenali kata dan kalimat sederhana
Tertulis Uraian


Uji petik kerja produk 1 Tulisana suku kata ing wacana iku!
2 Gawea kalimat sederhana kanthi bener!

Pedoman Penskoran
Aspek yang Dinilai Skor
1. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
2. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
Skor Maks 20

Mengetahui Semarang, 09 Juli 2010
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,


Drs. Umar Dra Puji Hartati
NIP 19640307 199003 1 011 NIP 19690319 199803 2 004































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : Madrasah Ibtida’iyah (MI)
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas / Semester : I / I
Tahun Pelajaran : 2010 / 2011
Standar Kompetensi : 3. mampu mengeja huruf, membaca suku kata, kata, dan kalimat sederhana dengan nyaring
Kompetensi Dasar : 3.2 mmbaca suku kata dan kata
Alokasi Waktu :

1. tujuan pembelajaran
f) siswa dapat membaca suku kata dan kata
g) siswa dapat membaca tanda baca
h) siswa dapat membedakan antara suku kata dan kata
2. materi pembelajaran
teks bacaan tentang diri sendiri
3. metode pembelajaran
i. ceramah
ii. tanya jawab
iii. penugasan
4. langkah-langkah kegiatan pembelajaran
a) kegiatan awal
1. memeriksa kehadiran siswa dan kebersihan kelas
2. memberikan apresiasi
b) kegiatan inti
c) kegiatan akhir
1. menyimpulkan hasil pelajaran
2. memberi tahukan materi pertemuan berikutnya
5. sumber belajar
a. teks percakapan
b. peragaan percakapan
c. buku seneng basa jawa
6. penilaian
Indikator Penilaian
Teknik Bentuk
Instrumen Contoh Instrumen
3.2.1 Mengenali suku kata dan kata
3.2.2 Membaca suku kata
Lisan Uraian


Uji petik kerja produk 1. kepriye carane maca suku kata kanthi bener !
2. wacanen suku kata ing ngisor iki kathi bener!

Pedoman Penskoran
Aspek yang Dinilai Skor
1. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
2. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
Skor Maks 20

Mengetahui Semarang, 09 Juli 2010
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,


Drs. Umar Dra Puji Hartati
NIP 19640307 199003 1 011 NIP 19690319 199803 2 004































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : Madrasah Ibtida’iyah (MI)
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas / Semester : I / I
Tahun Pelajaran : 2010 / 2011
Standar Kompetensi : 3. mampu mengeja huruf, membaca suku kata, kata, dan kalimat sederhana dengan nyaring
Kompetensi Dasar : 3.3 membaca nyaring kalimat sederhana dengan lafal yang tepat
Alokasi Waktu : 4x35 menit (2 x pertemuan)

1. tujuan pembelajaran
i) siswa dapat membaca kalimat dengan benar
j) siswa mampu memahami bacaan sesuai dengan benar dan tepat
2. materi pembelajaran
teks bacaan tentang Budi pekerti
3. metode pembelajaran
i. ceramah
ii. tanya jawab
iii. penugasan
4. langkah-langkah kegiatan pembelajaran
a) kegiatan awal
1. memeriksa kehadiran siswa dan kebersihan kelas
2. memberikan apresiasi
b) kegiatan inti
c) kegiatan akhir
1. menyimpulkan hasil pelajaran
2. memberi tahukan materi pertemuan berikutnya
5. sumber belajar
a) teks percakapan
b) peragaan percakapan
c) buku seneng basa jawa
6. penilaian
Indikator Penilaian
Teknik Bentuk
Instrumen Contoh Instrumen
3.3.1 Membaca dengan memperhatikan jeda panjang atau pendek
3.3.2 membaca kalimat pendek dengan lafal dan intonasi yang benar
Tertulis Uraian


Uji petik kerja produk 3. wacanen kalimat ing ngisor iki kanthi bener !
4. sawise diwaca resapi wacan ing ngisor iki!

Pedoman Penskoran
Aspek yang Dinilai Skor
1. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
2. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
Skor Maks 20

Mengetahui Semarang, 09 Juli 2010
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,


Drs. Umar Dra Puji Hartati
NIP 19640307 199003 1 011 NIP 19690319 199803 2 004



























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : Madrasah Ibtida’iyah (MI)
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas / Semester : I / I
Tahun Pelajaran : 2010 / 2011
Standar Kompetensi : 4. mampu mnulis huruf, suku kata, kata, dan kalimat sederhana dengan huruf lepas
Kompetensi Dasar : 4.1 menulis huruf
Alokasi Waktu : 4x35 menit (2x pertemuan)

1. tujuan pembelajaran
a. siswa dapat menulis huruf dengan baik dan benar
b. siswa dapat menulis huruf lepas dengan tepat
2. materi pembelajaran
teks bacaan tentang Lingkungan
3. metode pembelajaran
a) ceramah
b) tanya jawab
c) penugasan

4. langkah-langkah kegiatan pembelajaran
a) kegiatan awal
1. memeriksa kehadiran siswa dan kebersihan kelas
2. memberikan apresiasi
b) kegiatan inti
c) kegiatan akhir
1. menyimpulkan hasil pelajaran
2. memberi tahukan materi pertemuan berikutnya
5. sumber belajar
a. teks percakapan
b. peragaan percakapan
c. buku seneng basa jawa
6. penilaian
Indikator Penilaian
Teknik Bentuk
Instrumen Contoh Instrumen
4.1.1 Menulis huruf yang sudah dikenal
4.1.2 Menulis huruf yang didektekan dengan benar
Tertulis Uraian


Uji petik kerja produk 1. tulisana huruf-huruf ing ngisor iki?
2. isina ngangg tulisn kanthi bener!


Pedoman Penskoran
Aspek yang Dinilai Skor
1. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
2. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
Skor Maks 20

Mengetahui Semarang, 09 Juli 2010
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,


Drs. Sukiman Dra Hartati
NIP 19640307 199003 1 011 NIP 19690319 199803 2 004



















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : Madrasah Ibtida’iyah (MI)
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas / Semester : I / I
Tahun Pelajaran : 2010 / 2011
Standar Kompetensi : 4. mampu mnulis huruf, suku kata, kata, dan kalimat sederhana dengan huruf lepas
Kompetensi Dasar : 4.2 menulis suku kata dan kata
Alokasi Waktu : 4x35 menit (2x pertemuan)

1. Tujuan pembelajaran
a. Siswa dapat menulis suku kata dn kata dengan baik dan benar
b. Siswa dapat menulis suku kata dan kata lepas dengan tepat
2. Materi pembelajaran
Teks bacaan tentang peristiwa
3. Metode pembelajaran
i. Ceramah
ii. Tanya jawab
iii. Penugasan
4. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
a) Kegiatan awal
1. Memeriksa kehadiran siswa dan kebersihan kelas
2. Memberikan apresiasi
b) Kegiatan inti
c) Kegiatan akhir
1. Menyimpulkan hasil pelajaran
2. Memberi tahukan materi pertemuan berikutnya
5. Sumber belajar
a) Teks percakapan
b) Peragaan percakapan
c) Buku seneng basa jawa
6. Penilaian
Indikator Penilaian
Teknik Bentuk
Instrumen Contoh Instrumen
4.2.1 Menulis kata sederhana secara rapi dengan menggunakan huruf lepas
4.2.2 Menulis kata yang didektekan guru secara rapi dengan huruf lepas

Tertulis Uraian


Uji petik kerja produk 1. Tulisana kata sederhana iki kanthi bener !


2. Urutana kata ing ngisor iki sesuai huruf abjad!

Pedoman Penskoran
Aspek yang Dinilai Skor
1. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
2. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
Skor Maks 20

Mengetahui Semarang, 23November 2010
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,


Drs. Sukiman Dra Miftah
NIP 19640307 199003 1 011 NIP 19690319 199803 2 004
















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : Madrasah Ibtida’iyah (MI)
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas / Semester : I / I
Tahun Pelajaran : 2010 / 2011
Standar Kompetensi : 4. mampu menulis huruf, suku kata, kata, dan kalimat sederhana dengan huruf lepas
Kompetensi Dasar : 4.3 menulis kalimat sederhana
Alokasi Waktu : 4x35 menit

1. Tujuan pembelajaran
a) Siswa dapat menulis kalimat dengan sederhana
b) Siswa dapat membuat kalimat sederhana dengn huruf lepas
2. Materi pembelajaran
Teks bacaan tentang kegiatan sehari-hari
3. Metode pembelajaran
i. Ceramah
ii. Tanya jawab
iii. Penugasan
4. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
a) Kegiatan awal
1 Memeriksa kehadiran siswa dan kebersihan kelas
2 Memberikan apresiasi
b) Kegiatan inti
Eksplorasi
1. Mencari tahu beberapa kalimat sapaan
2. Membahas ragam kalimat sapaan
3. Membentuk kelompok diskusi
Elaborasi
1. Siswa mendengarkan percakapan tentang kalimat sapaan dari rekaman
2. Siswa menyampaikan pendapat berkaitan dengan isi rekaman
Konfirmasi
1. Memberikan penilaian terhadap tanggapan siswa
2. Memberikan penguatan tentang penguatan tentang percakapan kalimat sapaan
c) Kegiatan akhir
1 Menyimpulkan hasil pelajaran
2 Memberi tahukan materi pertemuan berikutnya
5. Sumber belajar
a) Teks percakapan
b) Peragaan percakapan
c) Buku seneng basa jawa
6. penilaian
Indikator Penilaian
Teknik Bentuk
Instrumen Contoh Instrumen
4.3.1 Menulis kalimat sederhana dengan menggunakan huruf lepas
4.3.2 Menulis kata yang didektekan oleh guru Tertulis Uraian


Uji petik kerja produk 1 Susun kalimat ing ngisor iki kanthi bener !
2 Gawea kalimat dengan huruf lepas yang benar dan tepat!

Pedoman Penskoran
Aspek yang Dinilai Skor
1. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
2. Tata tulis dan kesesuaian isi 1 – 10
Skor Maks 20

Mengetahui Semarang, 09 Juli 2010
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,


Drs. Sukiman Dra Maskun
NIP 19640307 199003 1 011 NIP 19690319 199803 2 004

Sabtu, 09 Oktober 2010

qur'an dan hadits

I. PENDAHULUAN
M. J. Langevel dalam bukunya “Beknopte Paedagoggiek” menjelaskan bahwa manusia itu adalah makhluk individual, social, etis. Individu adalah manusia, orang yang memiliki pribadi sendiri dan karakteristik sendiri. Al-qur’an menegaskan adanya perbedaan struktur dan setatus social, adanya perbedaan individual menunjukan pula adanya perbedaan kondisi belajar setiap orang, dituntut guru agar tahu kondisi dan metode yang tepat dalam belajar.
Kehidupan manusia senantiasa mengalami perubahan. Dalam menghadapi semua itu, manusia berupaya sekuat tenaga mengembangkan kualitas pendidikan. Salah satunya yaitu menyempurnakan kurikulum yang ada. Kualitas pendidikan yang tinggi sangat diperlukan guna menciptakan kehidupan yang cerdas, terbuka, demokratis, dan bersaing.
Selain itu, dalam menyikapi dinamika perkembangan global, pendidikan harus menciptakan kemandirian, baik individu maupun bangsa yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Dalam menyikapi hal tersebut, kurikulum yang dikembangkan sesuai dengan keberagaman kebutuhan peserta didik.
Maka, dari pada itu disusun kurikulum nasional pendidikan agama yang berbasis standar kompetensi dan kompetensi dasar yang mencakup segenap kebutuhan peserta didik. Untuk itu peranan dan efektifitas pendidikan agama islam harus ditingkatkan
.
I. POKOK BAHASAN
Dalam pembahasan kali ini ada beberapa pokok bahasan yang akan kita bahas,diantaranya:
1. Standar kompetensi dan kompetensi dasar
2. Isi surat yang bersangkutan
3. Problematika yang dihadapi dari proses pembelajaran tersebut
4. Strategi pembelajaran



II. PEMBAHASAN

A. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Dalam pembelajaran qur’an dan hadits terdapat standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagaimana dengan misi pendidikan dalam peningakatan mutu, diantaranya:

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Menghafal surah pendek secara benar dan fasih


2. Memahami lafal dan arti hadits tentang amal saleh 1. 1 Membaca dan menyalin surah al- Bayyinah dengan baik, benar, dan fasih
1. 2 Menghafal surah al-Bayyinah dengan baik, benar, dan fasih

1. 1 Menerjemahkan hadis tentang amal saleh
1. 2 Menjelaskan isi kandungan hadis tentang amal saleh secara sederhana
1. 3 Menerapkan isi kandungan hadis tentang amal saleh kaitannya dengan berakhlak dengan sesame

B. Isi sirat yang bersangkutan
1. Surat Al-Bayyinah
                                                •      •         •                      •                    

Artinya:
1.Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,
2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran),
3. Di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus[1594].
4. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.
5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.
6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Pokok-pokok isi surah al-Bayyinah

Dalam surah al-bayyinah dituliskan bahwa para orang kafir berjanji tidak akan meninggalkan agama mereka kecuali datang bukti nyata kebenaran kepada mereka. Yaitu, bukti datangnya rosulullah dengan kitab yang ia ajarkan. Dan dijelaskan pula bahwa jahannamlah orang-orang kafir tersebut. Dan syurgalah bagi orang-orang mikmin (orang-orang yang beriman)

2. Hadis amal saleh
عن ابى ھريرة رضي الله عنه ان رسولوالله صلى الله عليه وسلم قا ل اذاما ت ا بن ا دام انطع عمله الامن ثلاثة : صدقةاوعمل ينتفع به اوولدصالحةيدعوله (رواه مسلم)
Artinya: dari abu hurairah r. a berkata: rosulullah saw. Bersabda: “apabila anak adam (manusia) meninggal dunia, terputuslah amalnya, kecuali tiga (yaitu) sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang mendoakan kepadanya.” (h. r. muslim)

Pokok-pokok Hadis amal saleh
Dijelaskan bahwa orang yang telah meninggal akan terputus semuanya. Kecuali, amalnya, sedekahnya, dan anaknya yang mendo’akannya. Maksudnya, semua yang ia lakukan ketika telah meninggal tidak akan ada gunanya kecuali apa yang telah ia kerjakan semasa hidup

C. Problematika yang dihadapi dari proses pembelajaran

Dalam pembelajaran ini banyak terdapat kendala seperti:
1. Karakter yang berbeda
2. Latar belakang keluarga yang berbeda
3. Kemampuan anak yang berbeda dalam mengikuti proses belajar mengajar
4. Kurangnya kompetensi yang dimiliki oleh pendidik
5. Kurangnya profesionalitas pendidik dalam penyaluran materi
6. Kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung
meski demikian tidak menutup kemungkinan mengajarkan pelajaran qur’an hadis sangat sulit atau selalu menjadi sebuah problema. Namun, semua itu dapat kita atasi dengan mudah. Seperti halnya sebelum mengajar kita harus mengetahui langkah apa saja yang akan kita ambil. Contoh kecil metode mengajar. Dalam metode ini terdapat prinsip-prinsip.
Adapun prinsip-prinsip pelaksanaan metode mengajar Al-qur’an Hadits adalah :
1. Mengetahui motivasi, kebutuhan dan minat anak didiknya.
2. Mengetahui tujuan pendidikan yang sudah ditetapkan sebelum pelaksanaan pendidikan.
3. Mengetahui tahap kematangan, perkembangan serta perubahan anak didik
4. Mengetahui perbedaan-perbedaan individu didalam anak didik.
5. Memperhatikan kepahaman dan hubungan-hubungan, integrasi pengalaman dan kelanjutannya, pembaharuan dan kebebasan berfikir
6. Menjadikan proses pendidikan sebagai pengalaman yang menggembirakan bagi anak didik.
7. Menegakkan “ Aswah Hasanah”.
Ada juga yang berpendapat bahwa prinsip-prinsip metode mengajar ada 5 yaitu :4
a Prinsip motivasi dan tujuan belajar
b Prinsip tarap kematangan dan perbedaan individual
c Prinsip peluang pengalaman praktis
d Prinsip integragrasi pemahaman dan pengalaman
e Prinsip proses belajar mengajar fungsional dan menggembirakan
Jadi dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip metode mengajar tidak brdiri sendiri melainkan saling berhubungan satu sama lain.

D. Strategi pembelajaran

Dalam penyampaian mata pelajaran ini hendaknya pendidik dapat menyeting kelas menjadi menyenangkan. Sebelum menyeting kelas dengan strategi yang akan digunakan, pendidik harus mempertimbangkan apa yang terdapat dalam strategi tersebut. Seperti halnya pendidik harus memperhatikan prinsip-prinsip metode tersebut meliputi:
a. Motivasi
Seorang pelajar harus menimbulkan motivasi anak menurut crider, motivasi adalah sebagai hasrat, keinginan dan minat yang timbul dari seseorang dan lansung ditunjukan kepada suatu objek.
Sedangkan menurut S. Nasution motivasi murid adalah menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga anak itu mau melakukan apa yang dapat dilakukannya.
Selanjutnya menurut W.H. Burton membedakan dua jenis motivasi yaitu motivasi instrinsic dan extrinsic.
b. Aktivitas
Kalau ditinjau dari ilmu jiwa anak, maka anak yang normal selalu bertindak dengan tingkatan perkembangan umur mereka. Ia mengadakan reaksi-reaksi terhadap lingkunganya atau adanya aksi dari lingkungan maka ia melakukan kegiatan atau aktivitas.
c. Minat dan Perhatian
Menurut Crow and Crow minat diartikan sebagai pendorong yang menyebabkan individu memberikan perhatian kepada seseorang, sesuatu atau kepada aktivitas-aktivitas tertentu.
Dalam mengajarkan bidang studi Al-quran Hadits seorang guru harus menghubungkan materi Al-qur’an Hadits yang diajarkanya dengan pusat minat anak melalui observasi, asosiasi dan ekspressi.
D. Keperagaan
Pada sekolah tradisioanal murid-murid hanya mendengarkan ucapan guru, mengulang kembali dan menghafalnya. Sehingga mereka tidak tahu pengertian yang sebenarnya sehingga sering menimbulkan verbalisme, munculah seorang Tokoh J. Amos Comenius dengan bukunya “Didaktica Magma”, beliau menganjurkan pelajaran hendaklah menggunakan alat peraga yang cukup dalam metode mengajar agar mudah dalam mengajar dalam mengajar proses pembelajaran.
E. Individual
M. J. Langevel dalam bukunya “Beknopte Paedagoggiek” menjelaskan bahwa manusia itu adalah makhluk individual, social, etis. Individu adalah manusia, orang yang memiliki pribadi sendiri dan karakteristik sendiri.
Di tengah-tengah komunitas masing-masing memiliki perbedaan individual. Al-qur’an menegaskan adanya perbedaan struktur dan setatus social, adanya perbedaan individual menunjukan pula adanya perbedaan kondisi belajar setiap orang, dituntut guru agar tau kondisi dan metode yang tepat dalam belajar.
F. Pengulangan
Pengajaran memerlukan banyak mengulang, pengulangan bahan yang telah dipelajari akan memperkuat hasil belajar. Syaibany menyatakan bahwa Al-qur’an banyak melakukan pengulangan maka yang dapat dijadikan dalil untuk memperkuat operlunya prinsip pengulangan dalam mengajar.

G. Ketauladanan
Sejak pase-pase awal kehidupan manusia banyak sekali belajar lewat peniruan terhadap kebiasaan dan tingkah laku orang-orang sekitarnya, khususnya dari orang tuanya. Al-qur’an telah memberikan contoh bagaimana manusia belajar lewat meniru kisah tentang Qabil yang dapat mengetahui bagaimana mengukburkan mayat saudaranya Habil yang telah dibunuhnya, diajar oleh Allah dari meniru seekor burung gagak yang menggali-gali tanah guna menguburkan bangkai seekor burung gagak lainnya. Kecendrungan manusia untuk meniru belajar lewat peniruan, menyebabkan ketauladanan menjadi sangat pentingnya dalam proses mengajar, Rosulullah adalah suri tauladan yang baik bagi umat islam.
H. Pembiasaan
Pembiasan adalah upaya praktis dalam pembinaan dan pembentukan anak. Hasil dari pembiasaan yang dilakukan pendidik adalah terciptanya suatu kebiasaan bagi anak didik. Kebiasaan adalah tingkah laku tertentu yang sifatnya otomatis tanpa direncanakan terlebih dahulu dan berlaku begitu saja tanpa dipikirkan lagi.
Dengan demikian pendidik dapat menggunakan strategi sebagai berikut:
1. Kartu acak
2. Penjodohan kartu
3. Teka-teki silang
4. Pengisian acak
5. Diskusi
6. Bermain peran

III. KESIMPULAN
Metode adalah cara atau jalan yang harus ditempuh atau dilalui untuk mencapai tujuan tertentu. Metode mengajar adalah jalan yang harus dilalui untuk mengajar anak-anak supaya dapat mencapai tujuan belajar mengajar. Pengajaran Al-qur’an Hadits adalah kegiatan menyampaikan materi ilmu Al-qur’an Haditsdidalam proses pendidikan. Jadi metode mengajar Al-qur’an Hadits adalah memberikan tuntunan tentang jalan yang harus ditempuh didalam kegiatan menyampaikan materi ilmu Al-qur’an Hadits kepada anak didik.
Adapun prinsip-prinsip metode mengajar Al-qur’an Hadist banyak sekali pendapat dari para Tokoh pendidikan, dan dapat kami simpulkan bahwa prinsip metode mengajar adalah motivasi, kebutuhan, dan minat yang disesuaikan, adanya prinsip tujuan, kematangan, perbedaan individu, pembawaan anak, kemampuan anak.Semua prinsip-prinsip itu harus diperhatikan atau deiketahui oleh seorang guru dalam mengajar Al-qur’an Hadits maupun pelajaran yang lain.

IV. PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami sajikan, kami sadar pastilah jauh dari sempurna. Namun, kami harap semoga dapat memberi manfaat kita semua. Amin.


DAFTAR PUSTAKA
http://mtsnu1.buntetpesantren.org/makalah-mata-pelajaran-al-quran-hadits/
Ahmad Lutfi, M. si, Pembelajaran Al-Qur’an dan hadits, Jakarta: departemen agama, 2009
Sunardi, alqur’an hadis untuk MI kelas VI, semarang: CV. Aneka Ilmu, 2009
http://www.scribd.com/doc/27041040/Makalah-Al-Qur-an-Hadits
Arief, Armai, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Penerbit Ciputat Pers Jakarta Tahun 2002.

penilaian acuan normatif dan acuan patokan

I. PENDAHULUAN
Pengolahan nilai-nilai dapat dilakukan dengan mengacu kepada criteria atau patokan tertentu. Dalam hal ini dikenal dengan adanya dua patokan yang umum dipakai. Yaitu penilaian acuan patokan (criterion referenced evaluation) dan penilaian acuan norma (norm referenced evaluation).
Suatu penilaian disebut PAP jika dalam melakukan penilaian itu kita mengacu kepada suatu criteria pencapaian tujuan (instruksional) yang telah dirumuskan sebelumnya. Nilai-nilai yang diperoleh siswa dihubungkan dengan tingkat pencapaian penguasaan (mastery) siswa tentang materi pengajaran sesuai dengan tujuan (instruksional) yang telah ditetapkan.
Sedangkan secara singkat dapat dirumuskan bahwa penilaian acuan norma (PAN) adalah penilaian yang dilakukan dengan mengacu pada norma kelompok. Nilai-nilai yang diperoleh siswa diperbandingkan dengan nilai-nilai siswa yang lain yang termasuk didalam kelompok itu.
Yang dimaksud dengan norma dalam hal ini adalah kapasitas atau prestasi kelompok, sedangkan yang dimaksud dengan kelompok semua siswa yang melakukan tes tersebut. Jadi pengertian kelompok yang dimaksud dapat berarti sejumlah siswa dalam suatu kelas., sekolah, rayon, propinsi atau wilayah.

II. PERMASALAHAN
Dalam pembahasan kali ini banyak permasalahan yang akan dibahas, antara lain:
1. Pengertian penilaian acuan normative
2. Penilaian acuan normative
3. Penilaian acuan patokan
4. Persamaan dan perbedaan antara penilaian acuan normative dan penilaian acuan patokan
5. Kekurangan dan kelebihan penilaian acuan normative dan penilaian acuan patokan

III. PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PENILAIAN ACUAN NORMATIVE
Ada beberapa pendapat tentang pengertian Penilaian Acuan Normatif, yaitu:
a Acuan normatif merupakan elemen pilihan yang memeberikan daftar dokumen normatif yang diacu dalam standar sehingga acuan tersebut tidak terpisahkan dalam penerapan standar. Data dokumen normatif yang diacu dalam standar yang sangat diperlukan dalam penerapan standar.
b Pengolahan dan pengubahan skor mentah menjadi nilai dilakukan dengan mengacu pada norma atau kelompok. Cara ini dikenal sebagai penilaian acuan normatif (PAN).
c PAN adalah Nilai sekelompok peserta didik (siswa) dalam suatu proses pembelajaran didasarkan pada tingkat penguasaan di kelompok itu. Artinya pemberian nilai mengacu pada perolehan nilai di kelompok itu.
d Penilaian Acuan Normatif (PAN) yaitu dengan cara membandingkan nilai seorang siswa dengan nilai kelompoknya. Jadi dalam hal ini prestasi seluruh siswa dalam kelas / kelompok dipakai sebagai dasar penilaian.
Dari beberapa pengertian ini dapat disimpulkan bahwa Penilaian Acuan Normatif adalah penilaian yang dilakukan dengan mengacu pada norma kelmpok; nilai-nilai yang diperoleh siswa diperbandingkan dengan nilai-nilai siswa yang lain yang termasuk di dalam kelompok itu.

B. Penilaian acuan normative
Penilaian acuan normative (PAN) merupakan pendekatan klasik, karena tampilan pencapaian hasil belajar siswa pada suatu tes dibandingkan dengan penampilan siswa lain yang mengikuti tes yang sama. Pengukuran ini digunakan sebagai metode pengukuran yang menggunakan prinsip belajar kompetitif. Menurut prinsip pengukuran normative, tes baku pencapaian diadministrasi dan penampilan baku normative dikalkulasi untuk kelompok-kelompok pengambil tes yang bervariasi. Skor yang dihasilkan siswa dalam tes yang sama dibandingkan dengan hasil populasi atau hasil keseluruhan yang telah dibakukan. Guru kelas kemudian mengikuti asas yang sama, mengukur pencapaian hasil belajar siswa, dengan tepat membandingkan terhadap siswa lain dalam tes yang sama. Seperti evaluasi empiris, guru melakukan pengukuran, mengadministrasi tes, menghitung skor, merangking skor, dari tes yang tertinggi sampai yang terendah, menentukan skor rerata menentukan simpang baku dan variannya .
Berikut ini beberapa cirri dari Penilaian Acuan Normatif :
1. Penilaian Acuan Normatif digunakan untuk menentukan status setiap peserta didik terhadap kemampuan peserta didik lainnya. Artinya, Penilaian Acuan Normatif digunakan apabila kita ingin mengetahui kemampuan peserta didik di dalam komunitasnya seperti di kelas, sekolah, dan lain sebagainya.
2. Penilaian Acuan Normatif menggunakan criteria yang bersifat “relative”. Artinya, selalu berubah-ubah disesuaikan dengan kondisi dan atau kebutuhan pada waktu tersebut.
3. Nilai hasil dari Penilaian Acuan Normatif tidak mencerminkan tingkat kemampuan dan penguasaan siswa tentang materi pengajaran yang diteskan, tetapi hanya menunjuk kedudukan peserta didik (peringkatnya) dalam komunitasnya (kelompoknya).
4. Penilaian Acuan Normatif memiliki kecendrungan untuk menggunakan rentangan tingkat penguasaan seseorang terhadap kelompoknya, mulai dari yang sangat istimewa sampai dengan yang mengalami kesulitan yang serius.
5. Penilaian Acuan Normatif memberikan skor yang menggambarkan penguasaan kelompok.

C. Penilaian acuan patokan
Penilaian acuan patokan (PAP) biasanya disebut juga criterion evaluation merupakan pengukuran yang menggunakan acuan yang berbeda. Dalam pengukuran ini siswa dikomperasikan dengan kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dalam tujuan instruksional, bukan dengan penampilan siswa yang lain. Keberhasilan dalam prosedur acuan patokan tegantung pada penguasaaan materi atas kriteria yang telah dijabarkan dalam item-item pertanyaan guna mendukung tujuan instruksional .

D. Persamaan Dan Perbedaan Penilaian Acuan Patokan Dan Acuan Normatif
Penilaian acuan patokan dan acuan normatif mempunayai beberapa persamaan sebagai berikut :
1. Penilaian acuan normatif dan acuan patokan memerlukan adanya tujuan evaluasi spesifik sebagai penentuan focus item yang diperlukan. Tujuan tersebut termasuk tujuan intruksional umum dan tujuan intruksional khusu.
2. Kedua pengukuran memerlukan sample yang relevan, digunakan sebagai subjek yang hendak dijadikan sasaran evaluasi. Sample yang diukur mempresentasikan populasi siwa yang hendak menjadi target akhir pengambilan keputusan.
3. Untuk mandapatkan informasi yang diinginkan tenyang siswa, kedua pengukuran sama-sama nenerlukan item-item yang disusun dalam satu tes dengan menggunakan aturan dasar penulisan instrument.
Perbedaan kedua penilaian adalah sebagai berikut :
a Penilaian acuan patokan
 Merupakan tipe pengukuran yang berfokus pada penentuan domain tugas belajar dengan tingkat kesulitan sejumlah item sesuai dengan tugas pembelajaran.
 Menekankan penggambaran tugas apa yang telah dipelajari oleh para siswa
 Item kesulitan sesuai dengan tugas pembelajaran, tanpa menhilangkan item atau soal yang memiliki tingkat kesulitan rendah
 Lebih banyak digunakan, khususnya untuk kelas dengan tugas pembelajaran dengan konsep atau penguasaan materi belajar.

b Penilaian acuan norma
 Merupakan tes yang mencakup domain tugas pembelajarqan dengan item pengukuran yang spesifik
 Menekankan perbedaan anta individual siswa yang satu dengan siswa yang lain dalam kelompok atau kelas.
 Item-item yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dan cenderung menghilangkan item yang memiliki tingkat kesulitan rendah.
 Lebih banyak digunakan, khususnya pada kelas yang memiliki kelompok-kelompok dengan pembedaan antara siswa pandai diatas nilai rerata, di bawah rerata dan bodoh

V. PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami sampaikan, atas kekurangannya harap maklum. Karma kami hanya insane biasa. Semogga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Amin….


DAFTAR PUSTAKA

http://lina-hidayati.blogspot.com/2009/04/penilaian-acuan-normatif.html
MS, Sukardi. Ph.D, Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasionalnya, ( yogyakarta: PT.Bumi Aksara, 2008
http://files-kumpulanmakalah.blogspot.com/2010_08_01_archive.html

hakekat pendidik dalam pendidikan islam

HAKEKAT PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM

I. PENDAHULUAN
Sebelum kami menjelskan Hakekat Pendidik dan Pesrta Didik pelu kiranya kami menjelaskan apa pendidikan itu. Menurut Ki Hajar Dewantara, pengertian secara umum adalah selalu berdasarkan pada apa yang dapat kita saksikan dalam semua macam pendidikan, maka dengan demikian teranglah bahwa yang dinamakan pendidikan yaitu tuntunan dadalam hidup tumbuhnya anak-anak. Adapun yang di maksud dengan pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak tersebut agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
Dan perlu kita ketahui bahwa di dalam “pendidikan” mempunyai pengertian suatu proses bimbingan, tuntunan atau pimpinan yang didalamnya mengandung beberapa unsur-unsur yang harus diperhatikan, diantaranya adalah :
1) Didalam bimbingan ada pembimbingnya ( pendidik ) dan yang dibimbing (terdidik).
2) Bimbingan mempunyai arah yang bertitik tolak pada dasar pendidikan dan berakhir pada tujuaqn pendidikan.
3) Bimbingan berlangsung pada suatu tempat, lingkungan atau lembaga pendidikan tertentu.
4) Bimbingan merupakan proses, maka harus proses ini berlangsung dalam jangka waktu terntu.
5) Didalam bimbingan harus mempunyai bahan yang akan disampaikan pada anak didik untuk mengembangkan pribadi seperti yang di inginkan.
6) Didalam bimbingan menggunakan metode tertentu.

II. PEMBAHASAN
A. Hakekat Pendidik
Dikutip dari Abudin Nata, pengertian pendidik adalah orang yang mendidik.Pengertian ini memberikan kesan bahwa pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik. Secara khusus pendidikan dalam persepektif pendidikan islam adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan seluruh potensi peseta didik. Kalau kita melihat secara fungsional kata pendidik dapat di artikan sebagai pemberi atau penyalur pengetahuan, keterampilan.
Jika menjelaskan pendidik ini selalu dikaitkan dengan bidang tugas dan pekejaan, maka fareable yang melekat adalah lembaga pendidika. Dan ini juga menunjukkan bahwa akhirnya pendidik merupakan profesi atau keahlian tertentu yang melekat pada diri seseorang yang tugasnya adalah mendidik atau memberrikan pendidikan.
a Tugas dan Tanggung Jawab Pendidik.
Tugas-tugas dari seorang pendidik adalah :
• Membimbing peserta didik, dalam artian mencari pengenalan terhadap anak didik mengenai kebutuhan, kesanggupan, bakat, minat dan sebagainya.
• Menciptakan situasi untuk pendidikan, yaitu ; suatu keadaan dimana tindakan-tindakan pendidik dapat berlangsung dengan baik dan hasil yang memuaskan.
• Seorang penddidik harus memiliki pengetahuan yang diperlukan, seperti pengetahuan keagamaan, dan lain sebagainya.
Seperti yang dikemukakan oleh Imam al-Ghazali, bahwa tugas pendidik adalah menyempurnakan, membersihkan, menyempurnakan serta membaha hati manusia untuk Taqarrub kepada Allah SWT.
Sedangkan tanggung jawab dari seorang pendidik adalah :
 Bertanggung moral.
 Bertanggung jawab dalam bidang pedidikan.
 Tanggung jawab kemasyarakatan.
 Bertanggung jawab dalam bidang keilmuan.

b Tujuan Pendidik.
Pendidik adalah orang yang mempunyai rasa tanggung jawab untuk memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya demi mencapai kedewasaannya, mampu melaksanakan tugasnya sebagai makhluk tuhan, makhluk sosial dan sebagai individu yang sanggup berdiri sendiri.
Orang yang pertama yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak atau pendidikan anak adalah orang tuanya, karena adanya pertalian darah secara langsung sehingga ia mempunyai rasa tanggung jawab terhadap masa depan anaknya.
Orang tua disebut juga sebagai pendidik kodrat. Namun karena mereka tidak mempunayai kemampuan, waktu dan sebagainya, maka mereka menyerahkan sebagian tanggung jawabnya kepada orang lain yang dikira mampu atau berkompeten untuk melaksanakan tugas mendidik.

B. Syarat-syarat dan Sifat-sifat yang Harus dimiliki oleh Seorang Pendidik.
Syarat-syarat umum bagi seorang pendidik adalah : Sehat Jasmani dan Sehat Rohani. Menurut H. Mubangit, syarat untuk menjadi seorang pendidik yaitu :
1) Harus beragama.
2) Mampu bertanggung jawab atas kesejahteraan agama.
3) Tidak kalah dengan guru-guru umum lainnya dalam membentuk Negara yang demokratis.
4) Harus memiliki perasaan panggilan murni.
Sedangkan sifat-sifat yang harus dimiliki seorang pendidik adalah :
1. Integritas peribadi, peribadi yang segala aspeknya berkembang secara harmonis.
2. Integritas sosial, yaitu peribadi yang merupakan satuan dengan masyarakat.
3. Integritas susila, yaitu peribadi yang telah menyatukan diri dengan norma-norma susila yang dipilihnya.
Adapun menurut Prof. Dr. Moh. Athiyah al-Abrasyi, seorang pendidik harus memiliki sifat-sifat tertenru agar ia dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, seperti yang diungkapkan oleh beliau adalah :
1. Memiliki sifat Zuhud, dalam artian tidak mengutamakan materi dan mengajar karena mencari ridha Allah.
2. Seorang Guru harus jauh dari dosa besar.
3. Ikhlas dalam pekerjaan.
4. Bersifat pemaaf.
5. Harus mencintai peserta didiknya.

C. Hakekat Peserta Didik
Peserta didik adalah makhluk yang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing, mereka memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal kemampuan fitrahnya.
Didalam pandangan yang lebih modern anak didik tidak hanya dianggap sebagai objek atau sasaran pendidikan, melainkan juga mereka harus diperlukan sebagai subjek pendidikan, diantaranya adalah dengan cara melibatkan peserta didik dalam memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan pengertian ini, maka anak didik dapat dicirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan pengarahan.
Dasar-dasar kebutuhan anak untuk memperoleh pendidikan, secara kodrati anak membutuhkan dari orang tuanya. Dasar-dasar kpdrati ini dapat dimengerti dari kebutuhan-kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap anak dalam kehidupannya, dalam hal ini keharusan untuk mendapatkan pendidikan itu jika diamati lebih jauh sebenarnya mengandung aspek-aspek kepentingan, antara lain :
1) Aspek Paedogogis.
Dalam aspek ini para pendidik mendorang manusia sebagai animal educandum, makhluk yang memerlukan pendidikan. Dalam kenyataannya manusia dapat dikategorikan sebagai animal, artinya binatang yang dapat dididik, sedangkan binatang pada umumnya tidak dapat dididik, melainkan hanya dilatih secara dresser. Adapun manusia dengan potensi yang dimilikinya dapat dididik dan dikembangkan kearah yang diciptakan.
2) Aspek Sosiologi dan Kultural.
Menurut ahli sosiologi, pada perinsipnya manusia adalah moscrus, yaitu makhlik yang berwatak dan berkemampuan dasar untuk hidup bermasyarakat.
3) Aspek Tauhid.
Aspek tauhid ini adalah aspek pandangan yang mengakui bahwa manusia adalah makhluk yang berketuhanan, menurut para ahli disebut homodivinous (makhluk yang percaya adanya tuhan) atau disebut juga homoriligius (makhluk yang beragama)

III. KESIMPULAN
Pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik. Secara khusus pendidikan dalam persepektif pendidikan islam adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan seluruh potensi peseta didik. Kalau kita melihat secara fungsional kata pendidik dapat di artikan sebagai pemberi atau penyalur pengetahuan, keterampilan.
Seorang pendidik mempunyai rasa tanggung jawab terhadap tugas-tugasnya sebagai seorang pendidik. Seperti yang dikatakan oleh Imam Ghazali bahwa” tugas pendidik adalah menyempurnakan, membersihkan, menyempurnakan serta membawa hati manusia untuk Taqarrub kepada Allah SWT.
Sedangkan peserta didik adalah makhluk yang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing, dimana mereka sangat memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal kemampuan fitrahnya. Berdasarkan pengertian ini, maka anak didik dapat dicirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan pengarahan.

Kamis, 19 Agustus 2010

RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran: Bahasa Jawa
Kls / Semester: IV / I
Pertemuan ke: II
Alokasi waktu: 2 X 35 Menit (1 pertemuan)
Tema: Membaca


Standar Kompetensi: Siswa mampu membaca dan memahami isi, serta dapat mengomunikasikan dengan berbagai bentuk secara tepat

Kompetensi Dasar: 3. 1 Membaca cepat
3. 2 Membaca tulisan jawa

Indikator: 3. 1. 1 Membaca teks bacaan dengan lancar dan tepat
3. 1. 2 Menjawab pertanyaan bacaan
3. 2. 1 Membaca tulisan jawa yang menggunakan sandangan suku

I. Tujuan pembelajaran
Siswa dapat:
• Membaca teks bacaan dengan lancar dan cepat
• Menjawab pertanyaan bacaan
• Membaca tulisan jawa dengan sandangan

II. Materi ajar
 Teks bacaan
 Tulisan huruf jawa

III. Metode pembelajaran
o Ceramah
o Tanya jawab
o Permainan
o Pemberian tugas

IV. Langkah-langkah pembelajaran
1. Kegiatan awal: 5 menit
Guru memberi contoh membaca dengan benar.
2. Kegiatan inti: 50 menit
• Membaca cerita pada buku masing-masing dengan lancer
• Menjawab pertanyaan bacaan
• Membaca dan menulis jawa
• Permainan
3. Kegiatan akhir: 15 menit
 Mengevaluasi dan meninjau kembali

V. Alat / bahan / sumber belajar
a. Buku aku seneng basa jawa
b. Buku pepak basa jawa
c. Kartu
d. Papan tulis

VI. Penilaian terlampir
A. Tes tertulis
I. Wangsulana pitakon-pitakon ing ngisor iki
1. Piro cacahe embahe Danur?
2. Ono ngendi wae omahe embahe Danur?
3. Kapan Danur sowan daleme embah?
4. Karo sopo Danur sowan daleme embah?
5. Kepriye rasa atine Danur nalika ing daleme embah?
II. Jawaban
1. Cacahe embahe Danur ana papat
2. Mojokerto karo Wonogiri
3. Yen prei semester utawa unggah-unggahan kelas
4. Karo kang mase jenenge Adhi
5. Atine danur bungah banget
B. Maca tulisan jawa








Sekolah: SDN Puri Indah
Tanggal: 28
Bulan: Januari
Tahun: 2010
Guru kelas: Ike rohmawati

Mengetahui


Syahri Ar-Ramadhani
( kepala sekolah )

paradigma pkn

1) Soal: Mengapa diadakan PKN?
Jawab: Pendidikan kewarganegaraan (civic education) merupakan kajian yang mengemban misi nasional untuk mencerdaskan bangsa Indonesia melalui koridor “value-based education”. Kerangka sistematik PKN dibangun atas dasar paradigma berikut:
• Pertama, PKN merupakan kurikuler dirancang sebagai subyek pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan potensi individu agar menjadi warga Negara Indonesia yang berakhlak mulia, cerdas, partisipasif, dan bertanggung jawab
• Kedua, PKN secara teoritik dirancang sebagai subyek pembelajaran yang memuat dimensi-dimensi kognitif, efektif, dan psikomotorik yang bersifat konfluen atau saling berpenetasi dan terintegrasi dalam substansi ide, nilai, konsep, dan moral pancasila, kewarganegaraan yang demokratis, dan bela Negara.
• Ketiga, PKN secara pragramatik dirancang sebagai subyek pembelajaran yang menekankan pada isi yang mengusung nilai-nilai (content embedding values) dan pengalaman belajar (learning experiences) dalam bentuk berbagai perilaku yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan tuntunan hidup bagi warga Negara dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, bernegara sebagai penjabaran lebih lanjut dari ide, nilai, konsep, dan moral pancasila, kewarganegaraan yang demokratis dan bela negara.
2) Soal: Mengapa pancasila masuk PKN?
Jawab: Dalam pembelajaran PKN atau ilmu bela Negara, pancasila merupakan suatu bagian yang tak dapat dipisahkan, selain ia merupakan dasar Negara, pancasila merupakan kandungan pilar-pilar yang mempengaruhi jiwa bela Negara. Suatu bangsa akan dikatakan berjiwa pejuang jika ia memiliki atau telah memenuhi poin-poin dalam dasar Negara yang telah disepakati dan diresmikan bersama. Selain itu, pancasila merupakan perwakilan sikap masyarakat itu sendiri. Pada saat ir. Soekarno berpidato mengatakan bahwa dasar Indonesia merdeka itu ialah dasar Negara yang akan didirikan yang disebutnya philosophische grondsag, yaitu fundamen, filsafat, jiwa, pikiran yang sedalam-dalamnya yang akan didirikan gedung Indonesia merdeka, ir. Soekarno mengusulkan dasar Negara Indonesia ialah pancasila yaitu:
1. kebangsaan (nasionalisme)
2. kemanusiaan (internasionalisme)
3. musyawarah, mufakat, perwakilan
4. kesejahteraan social
5. keutuhan yang berkebudayaanersebut
kelima point tersebut dibuat dengan berlandaskan sikap masyarakat Indonesia itu sendiri, adapun Pancasila masuk dalam pembelajaran PKN berlandaskan pancasila tersebut yang mewakili sikap masyarakat Indonesia. Dimana yang sering kita temui bahwa masyarakat Indonesia itu berbudaya, dalam menghadapi masalah acapkali mereka bermusyawarah, berbangsa dalam kehidupannya, dan berkemanusiaan yang memiliki arti saling menghormati antara masyarakat yang satu dengan yang lain
3) soal: Bagaimana perkembangan IKN?
Jawab: IKN sendiri ilmu kewarganegaraan yang mengacu pada ilmu politik atau ilmu social politik. Yang mana keduanya (ilmu kewarganegaraan dan ilmu politik) menjadikan PKN (body of knowledge). Dalam perkembangannya menuju pembelajaran yang meliputi ekonomi, politik, social, budaya, dan hak keamanan, rasionalisme dalam IKN dan pendidikan yang mengacu dalam PKN yang sebenarnya civic education serta PPKN yang berlandaskan pancasila memiliki tujuan membela tanah air dan mengarah pada patriotic, dan nasionalisme. Seseorang atau masyarakat yang menguasai ketiganya maka ia telah menguasai atau memiliki jiwa patrilisme atau dapat dikatakan jiwa bangsa / bela Negara.
4) Soal: Apa isi (ruang lingkup) PKN?
Jawab: Berbicara tentang ruang lingkup PKN meliputi beberapa macam aspek, diantaranya:
• Persatuan dan kesatuan bangsa, meliputi: hidup rukun dalam perbedaan, kebanggaan dalam menjadi bangsa Indonesia, keterbukaan dan jaminan keadilan.
• Norma, hokum dan peraturan, meliputi: tertib dalam lingkup keluarga, tertib dalam berlalu lintas norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, system hokum dan peradilan nasional, hokum dan peradilan internasional.
• Hak asasi manusia, meliputi: hak dan kewajiban anak, hak dan kewajiban masyarakat, hak dan kewajiban dalam bernegara, nasional dan internasional HAM, pemajuan, penghormatan, dan perlindunagan HAM.
• Kebutuhan warga Negara, meliputi: hidup gotong royong, kebebasan berorganisasi, kebebasan berpendapat, menghargai keputusan bersama.
• Konstitusi Negara, meliputi: proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama, hubungan dasar Negara dengan kontitusi.
• Kekuasaan dan politik, meliputi: pemerintahan desa dan kecamatan, pemerintahan daerah dan otonomi, pemerintahan pusat, demokrasi dan system politik, budaya politik, budaya demokrasi masyarakat madani, system pemerintahan, pers ala masyarakat madani.
• Pancasila, meliputi: kedudukan pancasila sebagai dasar Negara dan ideology Negara, proses perumusan pancasila sebagai dasar Negara, pengamalan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari, pancasila sebagai ideology terbuka.
• Globalisasi, meliputi: globalisasi dilingkungannya, politik luar negeri di Indonesia di era globalisasi.
5) Soal: Bagaimana perjuangan bangsa dan semangat kebangsaan Indonesia?
Jawab: Perjuangan bangsa dan semangat kebangsaan sebenarnya tidak dapat dipisahkan dalam proses perjalanan sejarah bangsa Indonesia, peristiwa ini meninjukkan perjuangan dan semangat kebangsaan tidak dapat dipisahkan. Hamper semua orang diwilayah nusantara ini pernah merasakan bagaimana sakit dan perihnya saat penjajahan berlangsung. Seperti: tanam paksa, kerja romusha.
Ditngah-tengah penderitaan rakyat dalam praktek culture stelsel di negeri belanda sendiri melakukan pembangunan besar-besaran dari hasil keringat rakyat nusantara. Di nusantara mengalami pembodohan dan kemiskinan, munculah suara-suara diparlemen yang ingin membela rakyat dari penjajahan, diantaranya orang-orang yang menang dalam pemilu saat itu, yaitu kaum partai liberal. Diantara mereka adalah:
a. Baron van houvell
b. Edward douwes dekker
c. Mr. van deventer
Mr. van deventer sangat gigih dalam membela kepentingan rakyat Indonesia dan ia berpendapat bahwa belanda memiliki hutang budi yang harus dibayar terhadap bangsa Indonesia. Dan ia mengusulkan agar belanda mengadakan eticshe politic yaitu polotik balas budi yang terdiri dari tiga program edukasi, transmigrasi, dan irigasi. Namun, kenyataannya jauh dari harapan rakyat nusantara.
Akan tetapi pada akhirnya belanda melaksanakan politik tersebut dengan membangun sekolah-sekolah, rumah sakit, dan irigasi. Adanya semua itu bukan semata-mata untuk kepentingan rakyat nusantara belaka. Namun semua itu kembali pada kepentingan belanda sendiri. Efek samping dari perbuatan belanda tersebut memiliki dampak positive bagi bangsa Indonesia.
Sejak inilah muncul kesadaran berbangsa dan bernegara bagi rakyat nusantara yang sama-sama dalam penjajahan. A. K. pringgodigdo (1991) membagi masa perjuangan menjadi lima dimensi, diantaranya:
a. Pergerakan politik
b. Pergerakan sarekat sekerja
c. Pergerakan keagamaan
d. Pergerakan wanita
e. Pergerakan pemuda
Melalui pergerakan-pergerakan diatas bertujuan untuk mencapai kemerdekaan dengan berbagai taktik perjuangan yang dilandasi oleh semangat persatuan dan nasionalisme yang kuat.
6) Soal: Apa materi pembelajaran demokrasi?
Jawab: Istilah demokrasi secara eksplisit dinyatakan sebagai tujuan akhir dari system pendidikan nasional di Indonesia. Dalam pembelajaran demokrasi meliputi empat aspek, yaitu:
1. pengetahuan (knowledge), meliputi
• konsep demokrasi
• konsep kewarganegaraan demokratis
• memfungsikan demokrasi (termasuk masyarakat sipil)
• pengaruh masyarakat pada individu
• pengembilan keputusan politik dan membuat undang-undang
• hak-hak dan kewajiban warga negara
• peran partai politik dan kelompok kepentingan
• pilihan untuk partisipasi dan pengambilan keputusan
• bagaimana membpengaruhi pembuatan kebijakan
• masalah-masalah politik saat ini
2. sikap atau pendapat (attitudes / opinions)
 perhatian terhadap persoalan social dan politik
 identitas nasional
 menghormati demokrasi
 menuju warga Negara yang demokratis
 kepercayaan politik (political confidence)
 kemajuan politik (political efficary)
 disiplin pribadi
 loyalitas
 toleransi dan mengenali prasangka sendiri
 menghormati orang lain
 menghargai peradaban bangsa
 nilai-nilai perjuangan bangsa
3. keterampilan dan intelektual (intelektual skill)
o mengumpulkan dan menyerap informasi politik melalui beragam media
o pendekatan kritis terhadap informasi, kebijakan, dan berita
o ketrampilan berkomunikasi
o menjelaskan proses, institusi, fungsi, dan tujuan
o mengambil jalan penyelesaian konflik tanpa kekerasan
o mengambil tangguang jawab
o kecakapan menilai
o membuat pilihan, mengambil posisi
4. keterampilan berpartisipasi (participatory skills)
• mempengaruhi kebijakan dan keputusan
• membangun koalisi dan bekerja sama dengan organisasi
• ambil bagian dalam diskusi politik
• partisipasi dalam proses social dan politik
7) soal: Mengapa ada HAM pada PKN?
Jawab: Manusia merkpakan makhluk social yang tidak bisa hidup sendirian. Manusia hidup ditengah-tengah masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari seringkali orang meneriakkan pentingnya perlindungan terhadap HAM. Namun, seringkali orang melindungi haknya malah melanggar hak orang lain. Selain memiliki hak, kita juga memiliki sebuah kewajiban. Kewajiban seorang masyarakat dalam sebuah Negara yang sedang berkembang. Diantara hak yang terdapat pada setiap diri seseorang yaitu:
a. Hak untuk hidup
b. Kemerdekaan dan keamanan badan
c. Hak yang diakaui dalam kepribadiannya menurut hokum
d. Hak mendapat perlakuan yang sama
e. Hak untuk mendapat jaminan hokum dalam perkara pidana
f. Hak untuk masuk dan keluar wilayah Negara
g. Hak untuk dapat memilik suatu benda
h. Hak untuk bebas mengutarakan pendapat
i. Hak bebas memeluk agama
j. Hak untuk merapat dan berkumpul
k. Hak untuk mendapat jaminan social
l. Hak untuk mendapat pekerjaan
m. Hak untuk berdagang
n. Hak untuk mendapat pendidikan
o. Hak untuk turut ikut serta dalam hal kebudayaan masyarakat
p. Hak untuk menikmati kesenian
Penghormatan terhadap hokum dan hak asasi manusia merupakan suatu keharusan dan tidak perlu ada tekanan dari pihak manapun untuk melaksanakan. Pembangunan bangsa dan Negara pada hakekatnya ditujukan untuk memenuhi hak-hak warga negaranya, jadi HAM (hak asasi manusia) merupakan suatu bagian daripada PKN itu sendiri. Dimana PKN merupakan ilmu yang mempelajari dan bertujuan mengubah masyarakat menjadi demokratis.
8) Soal: Bagaiman pembelajaran partisipasi politik?
Jawab: Pembelajaran partisipasi politik pada intinya dapat diartikan sebagai upaya pendidik dalam mengikutsertakan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yaitu dalam tahap perencanaan program, pelaksanaan, dan dan penilaian program. Partisipasi dalam tahap perencanaan yaitu peserta didik dilibatkan dalam kegiatan tersebut, sedangkan partisipasi dalam pelaksanaan program yaitu keterlibatan peserta didik dalam menciptakan iklim kondusif belajar. Partisipasi dalam penilaian program yaitu keterlibatan peserta didik dalam penilaian pembelajarn itu sendiri.
Selain itu pembelajaran partisipasi politik dengan cara bermain peran, dengan cara peserta didik mencoba mengeksplorasi hubungan antar manusia dengan cara memperagakannya dan mendiskusikannya sehingga peserta didik dapat mengeksplorasikan perasaan, sikap, nilai, dan mencba berbagai strategi pemecahan masalah. Sebagai sebuah model pembelajaran, bermain peran berakar pada dimensi pribadi dan social. Dengan demikian peserta didik telah diajarkan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.
9) Soal: Mengapa perlu paradikma PKN?
Jawab: Pelunya paradigma PKN dikarenakan paradigma PKN merupakan wahana sistemik pendidikan demokrasi. Selain itu dalam paradigma PKN terkandung warga Negara demokratis serta pembelajarn untuk warga yang demokratis, didalam kandungan keduanya terdapat visi dan misi serta strategi yang ketiganya mengacu pada demokrasi. Dalam susunan sitematik demokrasi itu sendiri mengarah pada pembelajaran demokrasi. Yang mana pembelajaran tersebut mengarah pada masyarakat demokratis yang dimaksudkan dalam paradigma PKN itu sendiri. Kandungan dalam visi dan misi paradigma itu sendiri masuk pada pembelajaran yang menuju tujuan demokrasi.
10) Soal: Bagaimana design pembelajaran PKN?
Jawab: Dalam design pembelajaran PKN pembelajaran yang dianggap dapat menjadikan efektif yaitu:
a. Pembelajaran Keterampilan Pemecahan Masalah Sosial (Social Problem Solving)
Dalam kehidupan bermasyarakat individu merupakan “aktor sosial” (social actor). Salah satu kemampuan yang dituntut untuk menjadi seorang aktor sosial yang baik adalah mengambil keputusan secara nalar atau well informed and reasoned decision making (Banks, 1978). Kemampuan tersebut akan tercermin melalui proses pembelajaran yang memungkinkan individu terlibat dalam berbagai bentuk kegiatan pemecahan masalah sosial baik secara individual maupun kolektif.
Oleh karena itu perlu dikembangkan strategi pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah sosial. Dengan strategi itu pembelajaran diskenariokan untuk melibatkan peserta didik dalam praktek pemecahan masalah sosial, khususnya yang berkenaan dengan berbagai aspek kebijakan publik secara kolektif. Sebagai contoh selanjutnya akan dipaparkan strategi pembelajaran keterampilan pemecahan masalah sosial yang terkait pada status, peran, dan tanggung jawab warga negara dalam konteks kebijakan publik.
Contoh ini dipilih karena masalah kebijakan publik merupakan isu sosial yang bersifat generik yang dapat didekati secara interdisipliner. Oleh karena itu kerangka konseptual model ini dapat digunakan dalam pembelajaran untuk berbagai disiplin ilmu-ilmu soaial seperti geografi sosial, sejarah, hukum, administrasi negara, politik, ekonomi, antropologi, sosiologi, dan kriminologi.
Aktor sosial mampu mengambil keputusan secara bernalar.
Keterampilan Pemecahan Masalah
1. Kerangka Pikir
Pembelajaran dalam pendidikan kewarganegaraan merupakan salah satu wahana pendidikan demokrasi. Dalam konteks wacana internasional di Indonesia pembelajaran itu masih termasuk ke dalam paradigma knowing democracy yakni pembelajaran yang menitikberatkan pada penguasaan pengetahuan demokrasi. Di negara lain seperti USA, New Zealand, sudah berada pada paradigma building democracy yakni pembelajaran yang menitik beratkan pada penyiapan warga negara agar komit terhadap penerapan dan pengembangan demokrasi. Untuk mencapai paradigma yang kedua itu perlu melalui paradigma doing democracy.
2. Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran
a. Kompetensi:
Model ini sangat potensial untuk mengembangkan kompetensi kewarganegaraan “mengambil keputusan mengenai hal-hal yang berkenaan dengan kepentingan publik secara nalar (kritis, kreatif, antisipatif) dan bertanggungjawab (semata-mata untuk kepentingan publik-pro bono publico), secara demokratis”.
b. Tujuan Pembelajaran:
Melalui model ini siswa diharapkan:
Kemampuan mengambil keputusan secara bernalar, bertanggungjawab dan demokrat
o Peka;
o Tanggap;
o Mampu memecahkan, masalah
o Mampu mengambil keputusan secara kolektif;
Adapula Pembelajaran PPKn melalui pendekatan andragogi. Seperti:
a) Menggunakan pendekatan andragogi, yaitu lebih mengutamakan pengungkapan
kembali pengalaman peserta pelatihan, menganalisis, menyimpulkan, dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, dan bermakna. Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator.
.Karakteristik Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kompetensi Supervisi Akademik merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh para pengawas satuan pendidikan. Kompetensi ini berkenaan dengan kemampuan pengawas dalam rangka pembinaan dan pengembangan kemampuan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan bimbingan di sekolah/satuan pendidikan. Secara spesifik pengawas satuan pendidikan harus memiliki kemampuan untuk membantu guru dalam memahami dan mengembangkan substansi tiap mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Menurut Malik Fajar (2004: 4) sejak tahun 1994, pembelajaran PKn menghadapi berbagai kendala dan keterbatasan. Kendala dan keterbatasan tersebut adalah: (1) masukan instrumental (instrumental input) terutama yang berkaitan dengan kualitas guru serta keterbatasan fasilitas dan sumber belajar, dan (2) masukan lingkungan (instrumental input) terutama yang berkaitan dengan kondisi dan situasi kehidupan politik negara yang kurang demokratis. Beberapa petunjuk empiris menyangkut permasalahan tersebut antara lain sebagai berikut. Pertama, proses pembelajaran dan penilaian dalam IPS lebih menekankan pada aspek instruksional yang sangat terbatas, yaitu pada penguasaan materi (content mastery). Dengan kata lain lebih menekankan pada dimensi kognitifnya sehingga telah mengabaikan sisi lain yang penting, yaitu pembentukan watak dan karakter yang sesungguhnya menjadi fungsi dan tujuan utama PKN. Kedua, pengelolaan kelas belum mampu menciptakan suasana yang kondusif untuk berkembangnya pengalaman belajar siswa yang dapat menjadi landasan untuk berkembangnya kemampuan intelektual siswa
Menurut Malik Fajar (2004: 6-8) bahwa PKn sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan, watak dan karakter warganegara yang demokratis dan bertanggungjawab, PKn memiliki peranan yang amat penting. Mengingat banyak permasalahan mengenai pelaksanaan PKn sampai saat ini, maka arah baru PKn perlu segera dikembangkan dan dituangkan dalam bentuk standar nasional, standar materi serta model-model pembelajaran yang efektif dalam mencapai tujuannya. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai arah baru yaitu:
Pertama, PKn merupakan bidang kajian kewarganegaraan yang ditopang berbagai disiplin ilmu yang relevan, yaitu: ilmu politik, hukum, sosiologi, antropologi, psikologi, dan disiplin ilmu lainnya, yang digunakan sebagai landasan untuk melakukan kajian-kajian terhadap proses pengembangan konsep, nilai, dan perilaku demokrasi warganegara. Kemampuan dasar terkait dengan kemampuan intelektual, sosial (berpikir,bersikap, bertindak, serta berpartisipasi dalam hidup bermasyarakat). Substansi pendidikan (cita-cita, nilai, dan konsep demokrasi) dijadikan materi kurikulum PKn yang bersumber pada pilar- pilar demokrasi konstitusional Indonesia.
Kedua, PKn mengembangkan daya nalar (state of mind) bagi para peserta didik. Pembangunan karakter bangsa merupakan proses pengembangan warga negara yang cerdas dan berdaya nalar tinggi. PKn memusatkan perhatiannya pada pengembangan kecerdasan (civic intelligence), tanggungjawab (civic responsibility), dan partisipasi (civic participation) warga negara sebagai landasan pengembangan nilai dan perilaku demokrasi.
Ketiga, PKn sebagai suatu proses pencerdasan, maka pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah yang lebih inspiratif dan pertisipatif dengan menekankan pada pelatihan penggunaan logika dan penalaran. Untuk memfasilitasi pembelajaran PKn yang efektif dikembangkan bahan belajar interaktif yang dikemas dalam berbagai bentuk paket seperti bahan belajar tercetak, terekam, tersiar, elektronik, dan bahan belajar yang digali dari lingkungan masyarakat sebagai pengalaman langsung. Di samping itu upaya peningkatan kualifikasi dan mutu guru PKn perlu dilakukan secara sistematis agar terjadinya kesinambungan antara pendidikan guru melalui LPTK,
Keempat, kelas PKn sebagai laboratorium demokrasi. Melalui PKn, pemahaman, sikap, dan perilaku demokratis dikembangkan bukan semata-mata melalui ”mengajar demokrasi” (teaching democraty), tetapi melalui model pembelajaran yang secara langsung menerapkan cara hidup berdemokrasi (doing democray). Penilaian bukan semata-mata dimaksudkan sebagai alat kendali mutu tetapi juga sebagai alat untuk memberikan bantuan belajar bagi siswa sehingga dapat lebih berhasil di masa depan. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh termasuk portofolio siswa dan evaluasi diri yang lebih berbasis kelas.
11) Berilah contoh permasalahan pada PKN dan seesuaikan dengan materi minimal 4 permasalahan!
a) Suatu ketika seorang warga memiliki pohon managga yang sedang berbuah lebat sehingga pohon tersebut tidak kuat untu menahaninya dan pohon tersebut mengarah pada pekarangan tetangga. Tetangga yang memiliki pekarangan merasa terganggu dengan adanya pohon mangga yang sampai pada pekarangannya. Jika menurut hokum tetangga tersebut sah-sah saja untuk memotong. Namun, disisi lain ternyata istri pemilik mangga sedang ngidam mangganya tersebut. Permasalahan ini mangacu pada materi HAM
b) Dalam suatu pertemuan terdapat perbedaan pendapat, akan tetapi perbedaan tersebut dapat diatasi dengan cara ditengahi. Setiap individu memiliki hak untuk berpendapat dan hak untuk dihormati, hal tersebut mengacu pada system demokrasi
c) Suatu ketika kenaikan kelas disekolah menengah 3, setiap kelas diadakan sebuah pemilihan ketua kelas, masing-masing kelompok memiliki delegasi dua orang untuk dijadikan calon ketua kelas dan wakilnya. Akan tetapi setiap kelompok menginginkan masing-masing delegasinya jadi. Pada saat inilah diambil jalan votting untuk memilih dengan baik. Namun, dari masing-masing pihak tetap saja memginginkan calon yang mereka ajukan. Dalam hal ini mengacu pada demokrasi
d) Suatu ketika sebuah kabupaten mengadakan pergantian bupati dan wakilnya, setiap masyarakat memiliki hak untuk memilih. Suatu ketika pada hari pemilihan ada salah seorang warga tidak berangkat untuk memilih siapa yang akan jadi pemimpinnya. Tetangganyapun bertanya padanya mengapa ia tidak hadir dalam pemilihan tersebut, seorang warga tersebut mengatakan bahwa ia memiliki hak untuk tidak memilih. Dalam hal ini seorang warga tersebut telah menerapkan materi tentang partisipasi social yang apatis
e) Dalam berdagang pak tono selalu mengambil keuntungan sebanding dengan harga barang yang ia ambil. Jika ada seorang pembeli yang menawar selau saja ia mengutarakan banyak alasan, sampai-sampai ia membohongi sang pembeli. Dalam hal ini pak tono telah menerapkan tentang politik