Lambaian daun diujung sana
Selalu saja membangkitkan semangatku
Meski kian terasa jengah dengan semua yang ada
Enth, bagaimana mengatakan semua ini pada dunia
Sepertinya aku tak kuasa sebagai generasi bung karno
Sangat jauh perbedaan yang ada
Jika ditilik, beruntunglah aku
Tapi…..
Kuasa apa tubuh mungil yang hanya berbalut dosa ini
Aku ingin menundukan semua yang ada
Bahwa semua tak ada yang tak mungkin
Dunia….
Kumohon kau mau mendengar semua keluh kesahku
Seorang hamba yang hanya mengharap dan tak tahu kapan kan terwujud
Sebuah harapan yang memang tidak dapat dipastikan
Namun, kukan selalu berusaha
Demi Negeriku yang tercinta
Tuhan pasti adil
Takkan ada yang kan menghalangi niat baik
Kecuali gelut batin ini sendiri
Berhari-hari kucoba keluar
Hanya tuk menggeluti batin
Akan tetapi semua itu nihil
Karna batin kan kalah dengan hati yang dapat diatur
El-rachma ‘08
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Agustus 2010
Alam sahabatku
Saat keheningan malam berlabuh
Diri ini hanya dapat berangan jauh
Kian jauh anganku berada
Tanpa teasa memwaku terbang jauh dalam mimpi
Mimpi…..yang kuarapkan tuk jadi nyata
Dunia….
Tlah lama kupijakkan kakiku diatasmu
Namun, akutak dapat memberimu apa-apa
Bahkan secuilpun aku tak punya
Diri ini hanya bias berpangku padamu
Alangkah hina diri ini
Jika kutengok semua yang ada pada kita
Aku hanya bias meminta tanpa memberi
Sedangkan kau
Kau selalu memberi tanpa merugi
Angina yang mendayu bersimfonikan haru
Mampu membawaku dalam anganku
Sedangkan keindahan yang aku cipta
Tetap saja darimu
Duniaku….
Kau memang awal dan akhir yang indah untkku
Untuk semua y ang kubutuhkan dalam hari-hariku
Kau, sekaligus menjadi sahabat terbaikku
El-racma ‘08
Diri ini hanya dapat berangan jauh
Kian jauh anganku berada
Tanpa teasa memwaku terbang jauh dalam mimpi
Mimpi…..yang kuarapkan tuk jadi nyata
Dunia….
Tlah lama kupijakkan kakiku diatasmu
Namun, akutak dapat memberimu apa-apa
Bahkan secuilpun aku tak punya
Diri ini hanya bias berpangku padamu
Alangkah hina diri ini
Jika kutengok semua yang ada pada kita
Aku hanya bias meminta tanpa memberi
Sedangkan kau
Kau selalu memberi tanpa merugi
Angina yang mendayu bersimfonikan haru
Mampu membawaku dalam anganku
Sedangkan keindahan yang aku cipta
Tetap saja darimu
Duniaku….
Kau memang awal dan akhir yang indah untkku
Untuk semua y ang kubutuhkan dalam hari-hariku
Kau, sekaligus menjadi sahabat terbaikku
El-racma ‘08
Langganan:
Postingan (Atom)